
Wonosobo, CyberNews. Hujan deras menyebabkan berbagai bencana alam di Kecamatan Sukoharjo Wonosobo. Dalam beberapa hari ini, tercatat 11 desa di wilayah tersebut tertimpa bencana alam. Diantaranya, tanah longsor; tanah ambles/retak.
Musibah mengakibatkan rumah rusak, senderan ambrol, jalan ambles atau terputus dan lainnya. Bencana terjadi di Desa Kalibening; Suroyudan; Kajeksan; Gunungtugel; Mergosari; Kupangan; Pulus; Rogojati; Jebeng Plampitan; Garung Lor dan Desa Plodongan. Dalam peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa. Kerugian materi mencapai ratusan juta rupiah.
Di Dusun Prumasan Desa Kalibening, bencana pada pertengahan Mei lalu mengakibatkan rumah milik Sarjuni roboh, tertimpa longsoran senderan rumah Yarsono. Senderan rumah yang longsor juga dialami keluarga Mito; Marmo; Parwito dan Mianto. Selain itu, gedung SD 2 Kalibening, temboknya retak. Karena membahayakan, ruang kelas dikosongkan.
Bencana di Desa Kajeksan menyebabkan dua rumah milik keluarga Parnito (Dusun Banaran) dan Warnito (Dusun Wanalagi), roboh. Di Kupangan, sebagian pondasi rumah Nikmat, menggantung. Pondasi rumah menggantung juga dialami Dedi Triyadi, Desa Mergosari. Di Desa Pulus, rumah Rohyanto rusak berat tertimpa tanah longsor.
Sedangkan bencana alam di Desa Garung Lor berupa tanah longsor yang menutup jalan desa sepanjang 50 meter. Akses jalan yang tertutup longsoran menghubungkan Desa Garung Lor-Desa Kalibening.
Demikian halnya dengan bencana tanah ambles sedalam 1,5 meter, menimpa jalan desa sepanjang 100 meter, di empat titik. Jalan desa yang terputus atau tak bisa dilewati kendaraan tersebut, pada ruas jalan Desa Jebeng Plampitan-Desa Wonosroyo Kecamatan Watumalang.
Kejadian longsor dan tanah retak juga berlangsung di Desa Suroyudan. Tebing Gunungtugel ambrol dan materialnya menutup kebun salak seluas satu hektare lebih, di Dusun Pegandulan Suroyudan.
Camat Sukoharjo, Pujiono SE yang ditemui Suara Merdeka, Kamis (20/5), mengatakan, pihaknya sudah melakukan peninjauan ke lokasi dan mengerahkan warga untuk bergotong royong. Sehingga akses jalan yang terputus, kini sudah bisa dilewati kendaraan. Dia minta kepada warganya untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di musim hujan.
( Sudarman / CN13 )