
Solo, CyberNews. Biasanya dalam konser musik para penonton akan lebih memfokuskan pada suara yang muncul dari permainan instrumen musik. Namun yang terjadi di ballroom The Sunan Hotel Jumat malam (14/5), berbeda. Penonton tidak hanya memfokuskan pendengaran tetapi juga pada penglihatannya.
Konser musik klasik yang dikolaborasi dengan seni visual dalam bentuk lukisan itu digelar sebagai pre-event oleh panitia Solo International Etnich Music(SIEM) 2010 bekerjasama dengan JakArt dan The Sunan Hotel.
Ari Sutedja dengan lembut memainkan piano. Rekannya perempuan pemusik, Soun-Youn Yoo dari Korea meniup oboe. Sementara di belakang dua perempuan pemusik itu, Mikhail David dengan lincahnya memainkan kuas dan jari-jarinya di kain kanvas yang sekaligus menjadi setting panggung.
Para pandemen musik klasik di Solo dengan gratis bisa menikmati sebuah konser kelas dunia itu sekaligus melihat kolaborasi musik dengan seni lukis. Setiap dentingan nada piano yang dimainkan Ari Sutedja, akan diikuti dengan coretan cat oleh Mikhail David yang tidak lain suami pianis kaliber dunia itu.
Tidak setiap nada yang hadir selalu diikuti coretan cat di kanvas. Sering kali Mikhail menorehkan catnya, selang satu nada terakhir dari piano berakhir. Mikhail memvisualkan nada-nada dalam musik klasik itu lewat ekspresi lukisannya.
Pianis mendapat gelar Master of Music di bidang pertunjukkan piano di Universitas Towson, Baltimore, Mariyland itu menyuguhkan enam komposisi. Empat komposisi dimainkan bersama Soon-Youn Yoon dan dua komposisi lewat solo piano.
Dua pemusik itu memainkan komposisi Sonatina for Oboe dan Piano dari Lennox Berkley, Gavotte, Elegiac Dnace, Presto(Michael Head), Oncert Piece Op.33(Yulis Rietz) dan komposisi Domenico cimarosa berjudul Concerto untu Oboe dan Strings.
Tidak hanya memainkan komposisi klasik dari manca negara saja, Ari juga meyuguhkan karya komponis dalam negeri. Tembang Alit, sebuah karya Jaya Suprana, dimainkan lewat solo piano dilanjutkan dengan komposisi karya Dominico Scarllatti. Maka lengkaplah sajian musik klasik itu. Dimensi waktu saat komposisi diciptakan terasa hadir saat komposisi itu dimainkan baik lewat kolaborasi piano-oboe maupun solo piano dari Ari Sutedja.
( sri wahjoedi / CN12 )