
Purworejo, CyberNews. Meski curah hujan mulai menurun, tapi bencana tanah longsor di Kabupaten Purworejo masih saja mengancam. Seperti yang terjadi di wilayah Kecamatan Kemiri. Tiga rumah di dua desa tertimbun tanah longsor setelah wilayah sekitar diguyur hujan deras Sabtu (8/5) sore.
Tidak ada korban jiwa dalam bencana alam tersebut, tapi kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Rumah yang terkena longsoran tebing itu adalah milik Kodim (34), warga RT 02 RW 02 Dusun Pengampon Desa Kedungpomahan Wetan.
Masih sederet dengan rumah Kodim, rumah milik Sujatmiko (36) juga ikut tertimbun material longsoran. Kedua rumah itu mengalami rusak berat di bangunan bagian belakang yang diperuntukkan untuk dapur. Kerusakan rumah Kodim ditaksir menimbulkan kerugian Rp 15 juta, sedangkan rumah Sujatmiko Rp 5 juta.
Di belakang kedua rumah itu ada sebuah tebing yang tingginya sekitar 6 meter. Hujan deras yang mengguyur mengakibatkan tanah tebing merekah, bahkan bergeser hingga akhirnya longsor dan menimbun bangunan rumah.
Camat Kemiri Sudaryono SSos menyebutkan, saat kejadian penghuni rumah berada di bangunan bagian depan sehingga selamat.
Selain kedua rumah itu, longsor serupa juga menimpa rumah milik Paijo (33), warga RT 02 RW 04 Desa Kaliglagah, Kecamatan Kemiri. Rumah Paijo juga mengalami kerusakan di bagian dapur.
Menurut Sudaryono, kedua desa itu memang masuk kategori zona merah desa-desa rawan longsor di wilayah Kecamatan Kemiri. Banyak rumah yang berdiri berdekatan langsung dengan tebing-tebing perbukitan.
Lebih lanjut diungkapkan Sudaryono, setelah musibah itu terjadi warga sekitar langsung melakukan kerja bakti menyingkirkan material longsoran. Pihak Kesbangpolinmas Pemkab Purworejo juga sudah turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan.
"Pendataan sudah dilakukan sebagai bahan pelaporan kepada Pak Bupati. Selanjutnya akan diusulkan bantuan untuk para korban. Pemerintah kecamatan berharap ada anggaran yang bisa diperbantukan guna meringankan beban para korban dalam memperbaiki rumahnya," tandasnya.
( Nur Kholiq / CN13 )