
Jakarta, CyberNews. Badan Pusat Statistik mengumumkan terdapat kenaikan ekspor pada Maret 2010 sebesar 13,11% dibandingkan Februari dengan nilai kumulatif mencapai 12,63 miliar dolar AS. Sementara, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, terjadi kenaikan ekspor sebesar 46,61%. "Kenaikan ekspor 46,61% tersebut karena memang baseline ekspornya pada Maret 2009 masih pada titik yang rendah," ujar Kepala BPS Rusman Heriawan di Jakarta, Senin (3/5).
Adapun, untuk impor juga mengalami peningkatan sebesar 16,32% dibanding Februari 2010. Nilai impor Maret 2010 sebesar 11,005 miliar dolar AS juga mengalami peningkatan 68,58% dibanding impor Maret 2009. "Neraca perdagangan Maret 2010 walaupun ada kenaikan impor surplus 1,58 miliar dolar AS," ujar Rusman.
Dia memaparkan, secara kumulatif (Januari-Maret) surplus neraca perdagangan mencapai 5,35 miliar dolar AS. Penyebabnya antara lain karena nilai tukar Rupiah yang menguat dan surplus neraca perdagangan yang konsisten. Kendati begitu, lanjutnya, BPS mencatat neraca perdagangan Indonesia dengan beberapa mitra dagang masih defisit. "Dengan China, ekspor kita kesana tiga bulan (Januari-Maret) 2010 3,09 miliar dolar AS. Tapi impor dari China mencapai 4,13 miliar dolar AS. Berarti defisit neraca perdagangan tiga bulan sebesar 1,05 miliar dolar AS," jelasnya.
( Wisnu Wijanarko / CN14 )