
Jakarta, CyberNews. Meski melalui aksi boikot beberapa kali, Menteri Keuangan Sri Mulyani tetap mewakili pemerintah untuk membacakan pendapat akhir pemerintah atas RUU RAPBN-Perubahan 2010 di Sidang Paripurna di DPR. Padahal, sidang paripurna sebelumnya diwarnai berbagai interupsi yang menolak kehadiran Sri Mulyani dalam sidang tersebut.
Bahkan, sidang paripurna juga diwarnai aksi walk out dua Fraksi yakni PDIP dan Hanura karena menolak kehadiran Sri Mulyani. "Kita berbeda dengan hal ini, untuk itu kami dari FPDIP menyatakan walk out," ujar Sekretaris Fraksi PDIP Bambang Nuryanto sebelum meninggalkan sidang paripurna di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin (3/5).
Hal senada juga diungkapkan Anggota Fraksi PDIP Dolfi Ofp. "Asumsi ditandatangani oleh Menko Perekonomian, jadi saya pikir lebih baik hanya dihadiri oleh menko perekonomian," pintanya yang juga Anggota Komisi XI DPR.
Sementara, Anggota Fraksi Hanura Akbar Faisal meminta Sri Mulyani keluar dari ruang sidang Paripurna. "Fraksi Hanura menolak kehadiran Sri Mulyani meskipun dia hanya duduk di dalam," cetusnya.
Namun, setelah skorsing sidang selama sekitar satu jam dibuka, menkeu tetap dipersilakan membacakan pendapat akhir pemerintah atas RUU RAPBNP 2010. Meskipun, Menko Perekonomian Hatta Rajasa ikut hadir dalam sidang paripurna tersebut.
( Kartika Runiasari / CN14 )