panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
29 April 2010 | 17:40 wib
Bonek Menjarah Warung-warung
image

Semarang, CyberNews. Ratusan "Bonek" asal Surabaya melakukan penjarahan di warung-warung di sepanjang Jl Imam Bonjol, di sekitar Stasiun Poncol, Kamis (29/4) sekitar pukul 01.00. Mereka meminta paksa rokok, minuman, makanan ringan, dan uang
kepada pemilik toko. Para bonek sempat terlibat bentrokan dengan warga setempat.

Beruntung aksi itu dapat dihentikan oleh aparat Polresta Semarang Timur dan Polwiltabes Semarang yang datang ke lokasi kejadian. Sekitar 250 orang ditangkap dan dibawa ke Mapolwiltabes Semarang.

Informasi yang dihimpun Suara Merdeka CyberNews, kejadian bermula ketika ratusan suporter tim kesebelasan Persebaya yang naik dengan kereta barang Parcel tiba di Stasiun Poncol, sekitar pukul 23.00. Kedatangan mereka dari Surabaya untuk menonton pertandingan tim kesayangannya yang bermain melawan Persik Kediri di Yogyakarta, Kamis (29/4) sore. Lantaran tidak ada kereta lanjutan ke arah Yogyakarta, ratusan bonek itu kemudian keluar dari area stasiun untuk mencari tumpangan truk yang lewat.

Alih-alih mencari tumpangan, mereka justru melakukan penjarahan di warung-warung sepanjang jalan. "Selain mengambil makanan dan minuman, para bonek juga meminta uang kepada orang-orang yang lewat. Saya saja dimintai uang secara paksa sebesar Rp 10 ribu,"kata Romi (42), seorang tukang becak yang mangkal di Jl Imam Bonjol.

Suasana malam itu sangat mencekam. Sejumlah pedagang tak bisa berbuat banyak menghadapi bonek yang jumlahnya mencapai ratusan orang. Aparat Polresta Semarang Timur dan Polwiltabes Semarang yang mendengar informasi tersebut langsung
menerjunkan puluhan anggota satuan Dalmas dan Reskrim. Aksi kejar-kejaran pun tak terelakkan, ratusan bonek berusaha kabur dari kejaran aparat. Mereka dapat diciduk setelah polisi melakukan penyisiran di sepanjang Jl Imam Bonjol dan Kawasan Pasar Johar.

Sekitar pukul 03.00, ratusan bonek dibawa ke Mapolwiltabes Semarang untuk dimintai keterangan dan dilakukan pendataan. Sebagian besar mereka yang terjaring masih remaja, berusia di bawah 18 tahun. Mereka memilih naik kereta api melalui Semarang karena menghindari lewat Solo, di mana para bonek ini pernah terlibat tawuran dengan warga Solo.

Meski demikian, sebagian besar para bonek mengaku tidak mengetahui kalau ternyata tidak ada rute kereta api tujuan Semarang-Yogyakarta, tanpa melalui Solo. "Kami terpaksa menjarah karena kehabisan bekal dalam perjalanan," ujar Rony (18), salah seorang bonek. Ratusan bonek yang terjaring petugas diperiksa secara marathon dan terpaksa menginap di Mapolwiltabes Semarang.

Kamis (29/4) sekitar pukul 14.00, mereka diperbolehkan meninggalkan Mapolwiltabes dan diangkut menuju ke Stasiun Poncol dengan mendapat pengawalan ketat. Ratusan bonek ini terpaksa kembali ke Surabaya lantaran pertandingan antara Persebaya dan Persik Kediri di Yogyakarta batal digelar karena tidak mendapat izin dari kepolisian setempat.

( Adi Prianggoro / CN12 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
26 Mei 2012 | 10:03 wib
Dibaca: 30
image
26 Mei 2012 | 09:50 wib
Borobudur Interhash 2012
Krisis Eropa Pengaruhi Kepesertaan
Dibaca: 47
26 Mei 2012 | 09:35 wib
Dibaca: 130
26 Mei 2012 | 09:22 wib
Dibaca: 178
26 Mei 2012 | 09:08 wib
Dibaca: 127
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER