
Brebes, CyberNews. Ratusan warga Desa Parereja, Kecamatan Banjarhajo, Kabupaten Brebes, mengepung Kantor Bupati setempat, di Jalan P Diponegoro, Brebes, sejak Kamis (29/4) pagi. Mereka menuntut proses pemilihan kepala desa (Pilkades) di wilayahnya agar diulang. Panitia Pilkades dinilai tidak adil dan berat sebelah terhadap salah satu calon.
Massa yang berjumlah sekitar 200 orang datang sekitar pukul 10.30, menggunakan tiga truk dan tiga mobil pikup. Massa yang berseragam kaos merah itu mengepung kantor bupati di halaman depan. Begitu tiba, warga langsung menggelar orasi.
Unjuk rasa tak hanya diikuti kaum pria, tetapi juga para ibu rumah tangga dan anak-anak.
"Panitia curang, pilkades harus diulang," teriak massa.
Sementara itu, sebanyak 9 perwakilan pendemo diterima Asisten I Sekda Pemkab Brebes, Drs Supriyono dan Kepala Inspektorat Pemkab Brebes, Sutriyono SH MM untuk berdialog.
Pilkades Desa Parereja dilaksanakan pada 26 April lalu dengan diikuti dua calon, yakni Nanang Heryana dan Wakim. Dari hasil perhitungan suara, pilkades dimenangkan oleh Wakim.
Caswinto (50), perwakilan warga Desa Parereja menuturkan, warga demo di Kantor Bupati karena merasa tidak puas dengan hasil pilkades. Panitia Pilkades dinilai tidak netral. Selain itu, panitia juga diduga melakukan rekayasa. Indikasinya, jumlah surat suara yang rusak sangat banyak. Yakni, mencapai 657 suara dari 3.494 suara.
Padahal, warga dinilai sudah sangat paham dalam proses pemilihan.
Wawan (38), warga lainnya mengatakan, panitia diduga berbuat curang dengan ditemukannya surat suara yang distaples. Akibatnya, surat suara tidak bisa dibuka dan ketika dicoblos tembus, sehingga tidak sah.
Asisten I Sekda Pemkab Brebes Drs Supriyono menjelaskan, Pemkab akan segera mengecek laporan warga itu sesuai aturan yang ada. Pihaknya akan memerintahkan tim klarifikasi pemilihan dan pengangkatan kades untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut.