panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
20 April 2010 | 13:22 wib
AS Mengutuk Pasokan Senjata ke Hizbullah
image

Photo: BBC

Washington, CyberNews. Amerika Serikat telah memanggil diplomat paling senior Suriah untuk meninjau "perilaku provokatif" tentang potensi pengiriman senjata ke Hizbullah.

Departemen luar negeri mengatakan kepada wakil kepala misi di Washington, Zouheir Jabbour, bahwa AS mengutuk mempersenjatai kelompok Syiah Islam Libanon.

Perhatian khusus juga ditujukan tentang kemungkinan pengiriman rudal SCUD.

Pekan lalu, Presiden Israel menuduh Damaskus memasok rudal balistik untuk sayap militer Hizbullah.

Hizbullah berperang melawan Israel selama 34 hari pada tahun 2006 di mana lebih dari 1.200 orang Libanon, kebanyakan warga sipil, tewas. Sekitar 160 orang Israel, kebanyakan dari mereka adalah tentara, juga meninggal.

Awalnya pasukan Israel meluncurkan serangan udara ke Libanon setelah Hizbullah menculik dua tentara Israel. Hizbullah membalasnya dengan meluncurkan roket ke kota di Israel utara.

AS Khawatirkan Suriah Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, untuk mengakhiri konflik, termasuk embargo senjata ke Libanon, kecuali untuk pengiriman resmi oleh pemerintah Libanon atau PBB.

Tapi banyak analis yang mempercayai Hizbullah telah membangun kembali persenjataannya dengan bantuan para pendukungnya, Suriah dan Iran.

Mereka mengatakan jika kelompoknya memperoleh rudal balistik, itu bisa mengubah keseimbangan militer di kawasan itu, menempatkan semua wilayah Israel dalam jangkauannya.

"Amerika Serikat mengutuk pasokan senjata apapun, dan terutama sistem rudal balistik seperti gerakan cepat, dari Suriah kepada Hizbullah," tambahnya.

Kedutaan Suriah sebelumnya telah menolak tuduhan dan menuduh Israel berusaha untuk mengalihkan perhatian dari pertanyaan-pertanyaan tentang dugaan program nuklirnya. Israel tidak membenarkan atau membantah memiliki senjata nuklir.

Hubungan antara Suriah dan AS telah tegang sejak pembunuhan tahun 2005 terhadap Rafik Hariri, mantan Perdana Menteri Libanon. Pembunuhan itu sendiri AS menyalahkan Damaskus - yang menyangkal terlibat - namun Washington menarik duta besarnya sesaat setelah peristiwa itu.

Gedung Putih baru-baru ini telah berusaha untuk membuka hubungan diplomatik dengan Presiden Bashar Assad dan telah menunjuk seorang duta besar baru ke Damaskus, meskipun pencalonannya masih diperdebatkan di Senat.

( Catur WH , BBC / CN23 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 3276
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 3515
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 3380
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 4425
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 3247
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
05 September 2014 | 23:15 wib
02 September 2014 | 12:53 wib
05 September 2014 | 23:45 wib
05 September 2014 | 23:30 wib
FOOTER