panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Kanal Sehat -- Empat Manfaat Kasih Ibu bagi Kesehatan Anak Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
18 April 2010 | 09:20 wib
Penilitian Kehidupan Jawa Suriname Minim

Yogyakarta, CyberNews. Penelitian tentang kehidupan orang Jawa-Suriname masih sedikit dilakukan, sehingga sering menimbulkan salah persepsi mengenai kondisi kekinian budaya Jawa di Suriname.

"Pemilihan objek penelitian tentang budaya Jawa di Suriname menghadapi hambatan keuangan, karena jarak antara Jawa dengan Suriname cukup jauh," kata antropolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr Lono Lastoro Simatupang di Karta Pustaka Yogyakarta, Sabtu (17/4).

Menurut dia di sela sarasehan "pentingnya penelitian kontemporer Orang Jawa-Suriname sebagai media refleksi kultural", ketersediaan dukungan dana tidak mungkin bisa diakses dengan mudah oleh mahasiswa di Jawa.

"Potensi beasiswa, jika itu tersedia juga terserap oleh mereka yang berprofesi dosen. Penelitian antropologi membutuhkan dukungan semua pihak," kata Lono yang Ketua Jurusan Antropologi Budaya Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM.

Oleh karena itu, penelitian bersifat kemanusiaan yang menghubungkan saudara di Suriname dengan keluarga di daerah asalnya, Jawa, perlu diperbanyak. Hal itu untuk menghilangkan bayangan aneh yang terbangun karena kurangnya komunikasi.

Ia mengatakan, hingga 120 tahun pascaimigrasi orang Jawa ke Suriname, penelitian kehidupan dan upaya membangun identitas kaum muda keturunan Jawa masih sedikit dilakukan.

Penelitian tentang Jawa-Suriname terakhir kali dilakukan sekitar 40 tahun lalu oleh antropolog Parsudi Suparlan dari Universitas Indonesia (UI) Jakarta, yang menyoroti masalah sistem sosial yang terbangun.

"Namun demikian, budaya Jawa tetap dihidupkan oleh keturunan Jawa-Suriname hingga kini. Bahkan, kaum muda di Suriname masih lekat membangun identitas budaya Jawa dengan lagu," katanya.

Sarasehan itu merupakan rangkaian kegiatan Javasranang bertema orang Jawa-Suriname dalam sebuah refleksi kultural kontemporer. Selain sarasehan, juga digelar pameran foto, video, dan arsip, yang berlangsung di Karta Pustaka Yogyakarta pada 12-18 April 2010.

( Ant / CN13 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
19 April 2014 | 06:00 wib
Dibaca: 205
19 April 2014 | 05:50 wib
Dibaca: 153
19 April 2014 | 05:40 wib
Dibaca: 231
19 April 2014 | 05:30 wib
Dibaca: 316
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
13 April 2014 | 16:56 wib
07 April 2014 | 21:40 wib
12 April 2014 | 17:55 wib
02 April 2014 | 00:53 wib
FOOTER