
Magelang, CyberNews. Sejumlah masjid dan mushola di Kabupaten Magelang diduga tidak tepat menghadap ke arah kiblat. Untuk itu, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Magelang akan mengukur ulang sejumlah masjid. Hal ini disampaikan Kasi Urais Kemenag Kabupaten Magelang Drs Ngatmin MM, baru-baru ini.
"Kami tengah merancang program pengukuran ulang arah kiblat untuk memastikan apakah masjid di Magelang sudah tepat mengarah ke kiblat atau belum," kata dia.
Menurut Ngatmin, ada dua penyebab kenapa masjid atau mushola tidak mengarah ke arah kiblat. Yakni pertama adanya kesalahan penentuan pada waktu pendiriannya. Dijelaskan, masyarakat jaman dulu menentukan arah Mekkah hanya dengan menggunakan kompas. Padahal sebenarnya kompas rawan kesalahan karena adanya kendala teknis.
"Jika ada gedung yang menggunakan besi sebagai otot bangunan atau banyak besi di sekitar tempat pengukuran maka kompas bisa melenceng. Dengan demikian kompas pun tidak tepat menunjukkan arah kiblat," terang dia.
Ngatmin mengatakan, besi merupakan logam konduktor yang bisa memengaruhi jarum kompas. Saat berada di dekat besi jarum kompas tidak akan tepat menunjuk arah utara dan selatan. Hal ini pernah dibuktikan dalam pengukuran masjid An Nur Kabupaten Magelang di Kota Mungkid, akhir tahun lalu.
"Masjid An Nur merupakan contoh masjid yang tidak tepat mengarah ke kiblat. Dari hasil kajian tim Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Tengah diketahui masjid ini melenceng beberapa derajat. Namun saat ini sudah dibuat garis shaf agar jamaah mengetahui," kata dia.
Selain itu, kata Ngatmin, arah masjid juga bisa dipengaruhi oleh faktor bencana alam seperti gempa bumi. Hal ini karena gempa bumi yang besar seperti di Bantul 27 Mei 2006 dan gempa Aceh 26 Desember 2004 mempengaruhi lempeng bumi.
"Dengan sendirinya jika lempeng bumi bergerak maka arah masjid juga bergeser meski hanya kecil," kata dia.
Ngatmin sadar pergeseran arah kiblat ini merupakan persoalan yang rawan menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
( MH Habib Shaleh / CN16 )