
Moskow, CyberNews - Seorang hakim yang menangani kasus-kasus pidana, Senin, ditembak mati saat ia berjalan keluar dari apartemen untuk berangkat bekerja, kata para pejabat Pengadilan di Rusia.
Eduard Chuvashov yang pernah bekerja sebagai hakim pada Kantor Pengadilan Kota Moskow selama dua tahun.
Dia khusus menangani kasus-kasus pidana yang rumit dan kejahatan, kata juru bicara pengadilan Anna Usacheva.
"Kami tahu dia sebagai orang yang sangat profesional dan responsif," kata Usacheva.
Pada bulan Desember 2008, Chuvashov menghukum sekelompok remaja Rusia yang melakukan kejahatan 20 kali pembunuhan yang bermotif rasial.
Tujuh terdakwa dijatuhi hukuman penjara mulai dari enam sampai 20 tahun untuk kasus pembunuhan migran non-Slavia di Rusia antara tahun 2006 dan 2007.
Ketika ditangkap, pemimpin geng, Artur Ryno, mengatakan hanya 17 geng yang mempertontonkan rekaman video serangan yang mereka lakukan di Internet, mereka juga mengakui kejahatannya di pengadilan dan tidak bertobat.
Kantor berita Rusia Interfax mengutip seorang pejabat yang mengatakan hakim tersebut sebelumnya telah mendapat ancaman.
Pemembakan Chuvashov terjadi pukul 8:50, waktu setempat, didekat pintu apartemennya, Komite Investigasi kantor Jaksa Agung Rusia mengatakan di situs Web-nya.
"Dia meninggal karena luka tembak pada kepala dan dada. Pelakunya melarikan diri," kata pernyataan itu.
Pada Senin, Chuvashov akan memulai sidang terhadap Vladimir Belashov - mantan polisi yang dituduh sebagai teroris.
Pejabat Pengadilan menolak memberikan komentar pada setiap rincian kasus itu tetapi sejumlah media Rusia sebelumnya melaporkan bahwa kelompok, yang termasuk mantan polisi, terlibat dalam pemboman monumen Tsar Rusia Nicolas II di luar Moskow.
Mereka juga diduga melakukan percobaan pemboman patung Petrus Agung serta penanaman bahan peledak beberapa tahun lalu di sebuah stasiun dekat Moskow dimana gas alam dipompa ke rumah-rumah dan kawasan bisnis.
Presiden Rusia Dmitry Medvedev bersumpah untuk menemukan orang-orang yang berada di belakang pembunuhan itu.
"Pihak berwajib akan melakukan pengejaran untuk menemukan dan menghukum para pelaku pembunuhan yang tak berperasaan," kata Medvedev, menurut situs Web Kremlin.
Dalam sebuah surat duka yang dikirim ke Pengadilan Kota Moskow, Medvedev, dijelaskan Chuvashov sebagai pengacara "kompeten yang setia melayani hukum, dan selalu bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugasnya."
( Catur WH , CNN / CN23 )