
Semarang, CyberNews. KA Banyubiru yang melayani rute Semarang-Solo-Yogyakarta (Joglosemar) sudah sejak 27 Maret lalu mogok dan tidak dioperasikan. Kereta tersebut mogok saat berada di Stasiun Balapan Solo.
Namun hingga sekarang, kereta yang sudah dibawa ke PT Industri Kereta Api (PT Inka) di Madiun tersebut belum juga diperbaiki.
Humas PT KA Daop IV Semarang Sapto Hartoyo, menyesalkan tindakan PT Inka yang tak segera memperbaiki Kereta Rel Disel Indonesia (KRDI) produksi pertamanya tersebut karena alasan tak ada dana. Padahal kereta tersebut masih dalam tanggungan pemerintah melalui PT Inka. "Ini kan urusan pemerintah, bukan tanggung jawab PT KA. Harusnya cepat diselesaikan," ujarnya.
Secara materi, PT KA mengaku dirugikan. Sebab, untuk rute Joglosemar pihaknya harus menggunakan KRD Kaligung dengan rangkaian dua gerbong. "Kalau KRD yang baru saja selesai direnovasi menjadi kereta kelas bisnis tersebut tidak digunakan untuk mengganti Banyubiru, ia bisa digunakan untuk kereta cadangan kereta bisnis. Tapi karena dipakai ya terpaksa kereta cadangan tidak ada," katanya tanpa menyebutkan berapa besar kerugian yang dialami.
Meski rugi secara materi, namun hal ini tidak merugikan penumpang. Sebab jadwal perjalanan tetap, dan kondisi KRD yang baru saja diperbaiki lebih nyaman dibanding KA Banyubiu. "KRD sudah ada toiletnya," imbuh dia.
Sapto mengaku belum tahu kapan KA Banyubiru bisa dioperasikan kembali. Sebab, kerusakan terjadi akibat panasnya as roda di rangkaian kereta nomor dua, dan sempat mengeluarkan asap. Selain mengeluarkan asap, panas juga menyebabkan beberapa gotri mengalami pecah.
Sementara itu pakar transportasi Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno mengatakan, sebagai kereta pertama karya anak bangsa seharusnya dilakukan uji coba dahulu hingga beberapa waktu sebelum dinyatakan layak jalan. Dengan kondisi yang sekarang, hendaknya PT Inka segera melakukan perbaikan agar segera bisa dioperasikan kembali untuk melayani penumpang.
"Padahal sebelumnya saya pernah menyampaikan seharusnya kereta diuji dulu sebelum dioperasikan untuk melayani asyarakat," jelasnya.
( Fani Ayudea / CN13 )