panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
08 April 2010 | 22:28 wib
Unsur Pimpinan DPR RI Diduga Terlibat Korupsi
Ada Jaringan Markus di Istana Negara

Yogyakarta, CyberNews. Buka-bukaan kasus penyalahgunaan wewenang, kekuasaan dan korupsi terus bergulir. Kamis (8/4), di Yogyakarta, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) DR H Laode Ida mengungkapkan adanya unsur pimpinan lembaga tinggi negara yakni DPR RI yang diduga terlibat kasus korupsi. Dia juga menyampaikan adanya jaringan mafia di lingkup Istana Negara Jakarta.

Dia membeberkan itu semua ketika berlangsung bedah buku karyanya, Negara Mafia di Galang Press, Yogyakarta, dalam rangka 100 hari wafatnya Gus Dur. Selain dia, tampil pula sebagai narasumber Arie Sujito dan Zaenal Arifin Mochtar dari UGM. Mereka menyoroti korupsi dan mafia yang berkeliaran di lingkaran elit kekuasaan.

"Ada salah seorang teman yang mengungkapkan ini lebih parah dari era Orde Baru, orang-orang asing masuk-keluar istana dan ada yang minta jatah 20% untuk proyek tertentu," ujar Laode.

Dia menceritakan kisah nyata yang disebutnya mafia di lingkungan Istana. Namun demikian dia tak bersedia menyebut nama karena harapannya orang-orang yang pernah masuk Istana dan bertemu dengan mafia bisa menceritakan sendiri secara terbuka.

Dulu sebelum reformasi Istana Negara menjadi tempat yang sakral dan tidak sembarang orang bisa masuk-keluar. Kini, Istana sendiripun tak bisa membuat dirinya sakral karena adanya mafia di dalamnya. "Semua lini birokrasi, pemerintahan tak lepas dari praktik-praktik kotor mafia. Inilah negara mafia. Bahkan Presiden SBY tak mampu memberantas korupsi di jaringan sekitarnya," tandasnya.

Bosan
Pembicara lain dari Pusat Anti Korupsi (Pukat) UGM, Zaenal Arifin Mochtar menambahkan dirinya bosan dengan pidato-pidato SBY yang pintar melawan korupsi bahkan dengan mengutip kaa-kata jihad. Namun apa yang terjadi, korupsi terus terjadi.

"Saya bosan dengan pidato-pidato anti korupsi karena kasus-kasus korupsi sama saja terus berlangsung. Perlu ada terobosan luar biasa untuk memberantas korupsi," papar dia.

Sementara Arie Sujito menilai kasus Century sudah anti klimaks karena parlemen tidak berani mengambil langkah lebih lanjut. Itu belum selesai muncul isu baru yang gaungnya lebih dasyat dan orang mulai melupakan Century. Dia berharap kasus-kasus tersebut tak hanya selesai ketika sudah terungkap tapi harus ada proses lebih lanjut sampai tuntas.

Laode sependapat dengan keduanya bahwa ada pengalihan isu dengan munculnya kasus  pajak yang melibat Gayus dan beberapa orang lainnya. Dia menyebutnya ketika ada kasus yang sedang jadi perhatian selalu ada pengalihan dari waktu ke waktu. "Memang ada apresiasi terhadap pembongkaran tapi itu belum cukup karena tidak muncul orang-orang dari dalam yang berani bicara," tutur ilmuwan sederhana itu.

Di akhir penyampaiannya, Laode membuka ada unsur pimpinan DPR RI yang diduga terlibat penyalahgunaan wewenang dan terindikasi korupsi. Yang bersangkutan berhubungan dengan seorang menteri untuk mencairkan uang dalam jumlah miliaran rupiah untuk kegiatan tertentu.

"Hanya dengan memo pejabat, keluarlah uang miliaran rupiah. Lihat saja pekan depan akan ada yang mengungkapkan itu semua. Tak usah sebut nama karena besok akan ada yang menyebut kok," tambahnya sambil tersenyum.

( Agung Priyo Wicaksono / CN13 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
26 Mei 2012 | 09:35 wib
Dibaca: 29
26 Mei 2012 | 09:22 wib
Dibaca: 77
26 Mei 2012 | 09:08 wib
Dibaca: 72
26 Mei 2012 | 08:50 wib
Dibaca: 142
26 Mei 2012 | 08:35 wib
Dibaca: 118
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER