
Yogyakarta, CyberNews. Pemerintah Indonesia dan Pemerintah China yang masing-masing diwakili menteri perdagangan kedua negara, di Sheraton Hotel Yogyakarta, Sabtu (3/4) melakukan peningkatan kerjasama bidang ekonomi. Menteri Perdagangan Indonesia Mari Elka Pangestu dan Manteri Perdagangan China, Chen Deming kepada wartawan mengatakan, pertemuan yang diselenggarakan di Yogyakarta ini merupakan pertemuan ke-10 Joint Commission Meeting Indonesia–China.
Menurut Mari Elka Pangestu, kedua delegasi membahas finalisasi dari Agreement on Expanding and Deepening Bilateral Economic and Trade Cooperation, kerjasama bidang standar produk, capacity building atau bantuan teknis di bidang industri perkapalan. Kemungkinan juga kerjasama sektor tekstil dan produk tekstil, mesin, finalisasi dan persetujuan pembukaan cabang Bank Mandiri di China, implementasi Preferential Export Buyer's Credit, partisipasi perusahaan China di pembangkit listrik 10.000 MW tahap kedua, partisipasi Indonesia dalam World Expo Shanhai 2010 dan Country Honor di ASEAN China Expo Nanning dan implementasi ASEAN-China Free Trade Agreement.
Lebih lanjut dikatakan, terkait dengan Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN 0 China (CAFTA), Indonesia dan China sepakat bahwa pemberlakukan itu harus saling menguntungkan dan seimbang. Karena itu, jika ada masalah akan dibicarakan lagi oleh kedua belah pihak. "Kami sedang memperjuangkan agar buah-buah tropis seperti pisang, nanas, rambutan dan sebagainya, serta sarang burugn walet Indonesia untuk dapat memasuki pasatr China," katanya.
Sedangkan untuk memperkuat hubungan langsung transaksi perbankan kedua negara, China menyetujui permintaan Indonesia tentang keinginan pembukaan cabang Bank Mandiri di China. Menteri Perdagangan Indonesia selanjutnya juga menyatakan, dalam pertemuan yang berlangsung akrab ini, kedua belah pihak menyetujui untuk memaksimalkan penggunaan pinjaman kredit ekspor preferensial sebesar US$ 1,8 miliar dan pinjaman konsesi pemerintah sebesar 1,8 miliar RMB untuk dapat digunakan oleh Indonesia dalam mengembangkan berbagai projek infrastruktur.
( Sugiarto / CN14 )