panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
25 Maret 2010 | 14:10 wib
Bendung Penungkulan Jebol, DAS Bergeser
image

Purworejo, CyberNews. Kekhawatiran Dinas Pengairan Kabupaten Purworejo terhadap kondisi Bendung Penungkulan di Desa Penungkulan, Kecamatan Gebang, Purworejo akhirnya terjadi. 'Lans inlet drain' dan sayap bagian kiri hulu bendungan jebol setelah diterjang banjir Sungai Bogowonto awal pekan lalu.

Bangunan itu tidak kuat menahan terjangan air bah yang mengalir lurus menuju bangunan sayap dan tembok tegak. Banjir terjadi dikarenakan daerah aliran sungai (DAS) Bogowonto bergeser sebagai dampak lanjutan jebolnya tanggul sungai Bogowonto dua pekan lalu.

Dari pantauan Suara Merdeka, Kamis (25/3), bagian bangunan bendung yang rusak panjangnya sekitar 20 meter. Derasnya aliran air terus menggerus sayap yang tersisa. Diperkirakan jika terjadi banjir lagi, bagian sayap bangunan itu akan hilang.

Suripto (55), petugas penjaga pintu air bendung tersebut menuturkan, arus banjir sangat besar setelah Senin (22/3) sore wilayah sekitar diguyur hujan deras.

"Setelah hujan itu debit airnya meningkat drastis dan merusak sayap bendungan," katanya.

Selain itu, banjir besar tersebut juga mengakibatkan terjadinya pergeseran DAS. Tanggul yang jebol dua pekan lalu dan menerjang lahan persawahan milik warga menjadi DAS baru. Praktis sedikitnya 3 hektare sawah milik 54 petani hilang dan saat ini menjadi jalur aliran sungai yang penuh dengan bebatuan. Sementara itu, DAS lama mulai mengering, hanya ada sedikit kubangan air namun tidak menjadi jalur aliran air.

Kepala Dinas Pengairan Ir Susanto SpI didampingi Kabid Sumberdaya Air H Pawit Slamet Riyadi mengatakan, pihaknya
sudah mengecek kerusakan bangunan bendung tersebut.

"Kalau hanya dihitung sayapnya yang rusak, kerugiannya hanya berkisar Rp 25 juta. Tapi sebenarnya ancaman kerugian lebih dari itu karena jika pergeseran DAS itu dibiarkan maka keseluruhan bangunan bendung akan hilang diterjang air," paparnya.

Lebih lanjut diungkapkan Susanto, dampak serius terhadap sektor pertanian adalah apabila sayap yang masih ada itu putus semua. Groundsill bendungan menjadi tidak punya gantungan dan akan hilang diterjang air. Kondisi itu akan mengakibatkan
terhentinnya pasokan air ke aliran irigasi primer dan sekunder.
 
Menurut Susanto, kerusakan bagian bangunan bedung Penungkulan itu menjadi ancaman serius bagi ketersediaan air pada musim tanam (MT) II untuk lahan seluas 581 hektare. Selama ini, lahan yang berada di Kecamatan Gebang, Loano, dan Purworejo itu menggantungkan pasokan air dari bendung Penungkulan.

( Nur Kholiq / CN16 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 221344
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 238331
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 239381
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 259331
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 240380
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER