
Jakarta, CyberNews. Bank Indonesia menyatakan belum akan mengambil kebijakan menaikkan suku bunga acuan (BI rate) menyusul tingginya tren inflasi pada Januari lalu. Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI Darmin Nasution mengatakan, meskipun inflasi Januari tinggi, namun tren inflasi sepanjang kuartal I tahun ini cenderung rendah.
"Kalau kita lihat Februari-Maret, inflasi akan relatif rendah. Oleh karena itu, inflasi untuk tahun ini kita perkirakan masih dalam 'track' yang kita perhitungkan sebelumnya. Sehigga belum ada kepentingan kita untuk mereview tingkat BI rate kita," jelas Darmin.
Dia memprediksi, laju inflasi Maret ini akan rendah bahkan ada potensi deflasi. Karenanya, Indonesia pun tidak akan mengikuti langkah kebijakan negara lain, seperti India yang menaikan suku bunga acuan.
"Kita tidak perlu meniru negara lain, kita punya pertimbangan kita sendiri," cetusnya.
Terkait penguatan rupiah, Darmin menambahkan, pihaknya akan terus menjaga agar volatilitasnya tidak terlalu tinggi. Namun, dia mengaku BI tidak melakukan segala hal untuk membuat pergerakan rupiah berhenti di satu titik.
"Dalam situasi naik atau turun kita tidak punya target harus sekian. Kita memang menjaga jangan sampai volatilitasnya terlalu tinggi," ungkapnya.
( Kartika Runiasari / CN16 )