
Solo, Cybernews. Ujian Nasional (UN) bagi siswa SMA/SMK menyita banyak perhatian. Salah satunya seperti yang dilakukan para pengasong koran, Senin (22/3) pagi, di perempatan Jalan Sudirman - Ronggo Warsito, Solo. Mereka menggelar aksi mendukung para siswa agar semangat mengerjakan ujian akhir.
"Meski ujian dianggap kontroversi, kami terus memberi semangat bagi para siswa agar tidak stres. Mudah-mudahan hasilnya maksimal," kata Anwar Sanusi, salah satu peserta aksi.
Aksi yang dilakukan Anwar dan teman-temannya itu mengundang perhatian pengendara yang melintas. Pasalnya selain menggelar aksi, mereka juga masih tetap meladeni para pembeli koran.
"Kami meminta dukungan juga dari masyarakat. Kasihan adik-adik yang sedang UN, soalnya banyak yang tertekan," serunya.
Kegiatan yang diselenggarakan Republik Aeng-aeng itu berlangsung sekitar satu jam, yakni mulai pukul 09.00 WIB hingga 10.00 WIB. Dalam aksinya, salah seorang peserta membentangkan spanduk berisi seruan kepada warga supaya tidak menganggu ujian.
"Jangan gaduh ada ujian nasional", demikian yang tertulis pada spanduk itu. Di atas tulisan terdapat gambar mulut yang diberi silang warna merah sebagai simbol.
Menurut Presiden Republik Aeng-aeng Mayor Haristanto, pesan itu ditujukan kepada masyarakat, terutama para pengendara kendaraan bermotor.
"Ketika melewati sekolah yang ada pelaksanaan ujian nasional, jangan sampai membunyikan klakson. Selain itu harus pelan-pelan. Hal itu biar tidak menganggu dan para siswa bisa mengerjakan soal UN dengan konsentrasi seratus persen," tuturnya.
( Arif M Iqbal / CN16 )