
Solo, CyberNews. Salah seorang pejabat Ditjen Bimas Islam Departemen Agama Jakarta, DR Rohadi Abdul Fatah dituduh melecehkan organisasi dakwah Majelis Tafsir Alquran (MTA), yang berpusat di Solo. "Dia menyatakan kalau Majelis Tafsir Alquran Solo dan Yogya menjual daging anjing, bahkan penjualnya wanita berkerudung (berjilbab). Ini sangat melecehkan," kata Ketua Pimpinan Pusat MTA, Drs Achmad Sukina, di Forum Pengajian Ahad Pagi, Minggu (21/3).
Pelecehan itu dilakukan dalam sebuah pengajian di sebuah pondok pesantren di Banjarnegara, Sabtu (13 Maret) lalu. Acara tersebut juga dihadiri oleh Bupati dan para pejabat di Banjarnegara. "Kami sudah menerima laporan dari pengurus cabang MTA dan bahkan juga rekaman pengajian yang memuat pernyataan tersebut. Kami sangat menyesalkan, karena sama saja melecehkan Islam, di samping organisasi," kata dia.
Selama ini, MTA memang sering banyak menerima hujatan dari berbagai pihak yang tidak sependapat dengan isi dakwah yang disampaikan. Bahkan dari oknum pejabat Depag sendiri. "Kami tidak masalah sepanjang itu saling menghormati dalam meyakini sebuah perbedaan. Namun kalau ada hal yang tidak dimengerti atau tidak mendengar langsung, mestinya silahkan datang tabayyun, klarifikasi ke sini," ujar dia.
Dalam pengajian yang juga disiarkan secara luas oleh Radio Persada FM itu, Ustad Sukina mengatakan, MTA sangat terbuka melakukan diskusi dan klarifikasi dari berbagai pihak, dalam rangka saling mengingatkan akan kebenaran agama. Tetapi mestinya tidak dilakukan dengan cara melecehkan seperti itu.
"Katanya dia hanya menyatakan kalau di Solo ada yang menjual daging anjing. Tetapi di rekamannya, jelas diungkapkan penyebutan MTA Solo dan Yogya. Nah, kami minta klarifikasi," kata dia.
( Joko Dwi Hastanto / CN14 )