
Yogyakarta, CyberNews. Menjelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang akan dimulai secara serentak pada hari ini (Senin 22/3) para pelajar di Yogyakarta, Minggu (21/3) menggelar doa bersama yang dilaksanakan di sekolahannya masing-masing.
Disusul kemudian tanggal 29 Maret, Ujian Nasional khusus SMP sederjat dan menyusul Ujian Nasional Sekolah Dasar (SD) sederajat. Agar mereka sukses meraih yang terbaik, maka pamong guru dan para pelajar menggelar doa bersama yang dipusatkan di Pendopo SMP Negeri 2 Bambanglipuro, Kabupaten Bantul.
Doa bersama dipimpin Sudarmini, salah seorang guru agama di SMP 2 Bambanglipuro, Bantul. Ratusan pelajar yang kebanyakan adalah kelas VI dan kelas IX ini secara khusuk memanjatkan doa kepada Tuhan agar dalam ujian nasional nanti, mereka dapat mengerjakan soal-soal dan memperoleh hasil yang memuaskan.
"Doa bersama ini sengaja kita gelar agar para siswa yang akan menempuh Ujian Nasional mendapatkan jalan terang pikiran yang sehat dan mampu mengerjakan soal-soal ujian dengan baik dan memperoleh hasil memuaskan," kata Projo Sukardi, Humas SMP Negeri 2, Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Minggu (21/3).
Menurut dia, untuk persiapan sukses UN tahun 2010 ini, khususnya bagi pelajar kelas IX SMP Negeri 2 Bambanglipuro, para siswa telah dibekali berbagai latihan mengerjakan soal ujian nasional selama 18 kali. "Kita selalu mengevaluasi hasil latihan Ujian Nasional tentang materi Ujian Nasional yang masih belum dikuasai oleh para siswa," katanya.
Tidak hanya itu, 144 siswa SMP Negeri 2. Bambanglipuro ini juga mendapatkan bimbingan dan motivasi mental, agar mereka nantinya dalam mengerjakan soal UN dapat percaya diri sehingga hasil yang diperoleh juga memuaskan. "Para orang tua juga kita libatkan untuk memberikan motivasi kepada anaknya agar siap menghadapi Ujian Nasional," ujarnya.
Edi Murjito, Kepala Desa Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, menyatakan, bahwa pelajar di desanya yang akan mengikuti UN dari SD hingga SMP mencapai ratusan siswa yang bersekolah di 7 sekolah dasar dan 1 sekolah menengah pertama (SMP).
"Pemerintah desa selalu mendorong agar para siswa semangat dalam belajar, sehingga dapat mengerjakan soal UN dengan benar dan hasilnya memuaskan," terangnya.
Pemerintah Desa, kata Edi, juga memberikan bantuan kepada warganya yang mengalami kesulitan ekonomi untuk menyekolahkan anaknya dengan memberikan beasiswa kepada siswa yang kurang mampu maupun beasiswa kepada siswa yang berprestasi.
Semua ini, lanjut dia, dilakukan sebagai bentuk pemerintah desa sangat mendukung dan mendorong program Pemkab Bantul dalam hal peningkatan sumber daya manusia khususnya masyarakat Desa Sidomulyo, Bantul.
( Sugiarto / CN13 )