panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
21 Maret 2010 | 15:48 wib
Longsor Selo Satu Tewas, Dua Rumah Rusak

Boyolali, CyberNews. Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Selo, Sabtu (20/3) malam hingga Minggu (21/3) pagi, mengakibatkan terjadinya longsor di sejumlah tempat. Akibatnya, seorang tewas dan dua rumah rusak berat.

Korban tewas adalah Suyanto alias Bagong alias Ateng (20) warga Dukuh Monce, Desa Tarubatang. Dia tewas tertimpa longsor di Dukuh Gebyog, Desa Selo, Minggu (21/3). Korban sempat terseret arus sungai sejauh 1,5 km dari lokasi longsor. Mayat korban ditemukan warga dan dimakamkan hari ini juga.

Menurut saksi Hadi Suwito (70), awalnya ada warga yang curiga melihat sepeda motor teronggok di pinggir jembatan saat melintas di lokasi kejadian. Langsung warga memberitahu para tetangga. Dari informasi gethok tular, akhirnya diketahui kalau motor itu milik Suyanto.

"Pagi itu korban pergi karena akan merias para penari Topeng Ireng yang akan tampil. Namun sesampai di lokasi kejadian, dia tertimpa longsoran dan hanyut ke sungai," katanya.

Sedangkan dua rumah yang rusak berat adalah milik Sumadi (24) warga Dukuh Gebyok, Desa Samiran dan rumah milik Syawal, warga Dukuh Selo Dhuwur, Desa Selo. Beruntung tak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Para tetanggapun langsung bergotong royong membersihkan reruntuhan.

Ditemui Suara Merdeka, Sumadi mengaku kaget rumahnya hancur diterjang longsor. Pagi itu, dia bersama istrinya, Sriyatmini (20) dan anaknya, Elias Setyawan (1) baru tidur. Semalaman, keluarga muda tersebut tak bisa istirahat karena putranya terus-menerus rewel.

Baru saja istirahat, mereka kaget mendengar suara berderak sangat keras. Belum hilang rasa kaget, rumah mereka bergoyang. Semula mereka menduga ada gempa bumi. Namun, setelah tahu rumahnya jebol terkena longsoran tanah, mereka pun bergegas menyelamatkan diri. "Tebing pekarangan rumah kakak saya, Tukiman, longsor dan tanahnya menerjang rumah saya."

Sementara itu, longsor di sejumlah titik sepanjang jalan Cepogo- Selo belum sepenuhnya dibersihkan. Hingga Minggu (21/3) siang, hanya ada beberapa warga atas inisiatif pribadi membersihkan longsoran yang menutup jalan raya. "Ya, hanya mengandalkan cangkul saja, mas. Kasihan pengguna jalan kalau tanah longsoran dibiarkan. Jalan menyempit dan licin," ungkap Parman (41).

( Joko Murdowo / CN13 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
26 Mei 2012 | 08:06 wib
Dibaca: 28
26 Mei 2012 | 07:51 wib
Borobudur Interhash 2012
Interhash Kenalkan Keunikan Desa
Dibaca: 35
26 Mei 2012 | 07:29 wib
Dibaca: 62
26 Mei 2012 | 07:02 wib
Dibaca: 90
26 Mei 2012 | 05:30 wib
Dibaca: 84
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER