
Blora, CyberNews. Bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati (bapaslon) dari jalur perseorangan, Teguh Kristiono Herman Susilo, tidak jadi mendaftarkan diri sebagai peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Blora.
Hingga detik terakhir pendaftaran Jumat (19/3) pukul 24.00 WIB, bapaslon yang pernah menyerahkan berkas dukungan warga sebagai syarat sebelum mendaftar mengikuti Pilkada itu tidak datang ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Karena tidak mendaftarkan diri, Ketua Pokja Pendaftaran Calon Achmad Zakki menegaskan pasangan Teguh-Herman tidak dapat mengikuti tahapan selanjutnya dalam pencalonan bupati dan wakil bupati.
Tidak diketahui dengan pasti alasan mereka tidak jadi mendaftar. Wartawan kesulitan mendapatkan konfirmasi. Ponsel Teguh tidak aktif. Sementara meski terdengar nada sambung dari ponselnya, Herman Susilo enggan menanggapinnya. Sms yang dikirim juga tidak dijawab.
Pasangan perseorangan itu sebelumnya masih mempunyai kesempatan mendaftarkan diri bersamaan dengan pendaftaran bapaslon yang diusung parpol maupun gabungan parpol. Namun kesempatan itu tidak digunakan.
Berdasarkan hasil verifikasi berkas dukungan oleh KPU, jumlah dukungan warga kepada pasangan tersebut yang dinyatakan memenuhi syarat sebanyak 16.134 buah. Agar bisa mengikuti Pilkada, Teguh Kristiono dan Herman Susilo harus bisa menyertakan lagi minimal sebanyak 23.562 dukungan warga dalam perbaikan berkas.
"Karena tidak mendaftarkan diri, pasangan Teguh-Herman tidak dapat mengikuti tahapan selanjutnya dalam pencalonan bupati dan wakil bupati," ujar Achmad Zakki, Minggu (21/3).
Dia mengungkapkan bapaslon yang secara resmi sudah mendaftarkan diri adalah RM Yudhi Sancoyo-Hestu Bagiyo Sunjoyo (Yes) yang diusung partai Golkar. Keduanya mendaftar Selasa (16/3).
Pasangan kedua yang mendaftarkan diri adalah Djoko Nugroho-H Abu Nafi. Mereka mendaftar Kamis (18/3) dan diberangkatkan koalisi partai politik. Yakni Partai Demokrat, PKB, PPP, Partai Hanura, PPIB dan PDP. Pasangan terakhir yang mendaftarkan diri, Jumat (19/3), adalah HM Warsit-Lusiana Marianingsih (Wali) yang diusung PDIP.
"Saat ini kami melaksanakan proses penelitian persyaratan calon. Pada intinya, saat mendaftar kemarin belum ada yang 100% lengkap persyaratannya," kata Zakki.
( Abdul Muiz / CN13 )