panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
21 Maret 2010 | 11:24 wib
Ada Perbedaan Agresivitas Air Tanah Karst SBT Bribin Gunungkidul

Yogyakarta, CyberNews. Sungai bawah tanah (SBT) Bribin Kabupaten Gunungkidul merupakan salah satu SBT yang mempunyai potensi besar dan menjadi tumpuan pemenuhan air domestik masyarakat yang tinggal di kawasan karst Gunungsewu. Apalagi daerah itu dikenal sebagai daerah yang sulit air, karena aliran sungai mencapai 100 meter di bawah permukaan tanah sehingga sulit dimanfaatkan.

Beruntung, pengeboran dan pembuatan bendungan bawah tanah sistem mikrohidro di Gua Bribin diharapkan bisa meningkatkan kapasitas layanan distribusi air tanah karst menjadi dua kali lipat dari sebelumnya. Selain itu, dari proyek tersebut diharapkan adanya kelangsungan sumberdaya air tanah Bribin dalam waktu yang panjang.

Kendati begitu, penambangan karst oleh penduduk sekitar mempengaruhi suplai air di bawah tanah SBT Bribin. Padahal, kawasan karst merupakan kawasan berbatuan karbonat yang memiliki kandungan air melimpah. Kandungan air yang besar disebabkan karena adanya celah pada batuan, sehingga air dapat meresap jauh dan tersimpan dalam batuan.

Dalam penelitian Tjahyo Nugroho adji SSi MSc Tech, saat ini diketahui terdapat perbedaan agresivitas air tanah karst untuk melarutkan batuan gamping antara daerah hulu dan hilir sungai Bribin. "Pada musim kemarau, bagian hulu SBT Bribin menunjukkan air sudah tidak mampu untuk melarutkan batuan gamping. Sebaliknya, air SBT di bagian hilir mampu melarutkan batuan gamping," katanya dalam ujian terbuka promosi doktor di Fakultas Geografi.

Dalam disertasinya, Nugroho menjelaskan bahwa perbedaan sifat agresivitas tersebut disebabkan sifat pelorongan yang berbeda antara hulu dan hilir. Dengan tingkat pelorongan yang besar (''conduit'') sudah berkembang di Gua Bribin memungkinkan pencemar dengan bebas setiap saat dapat masuk ke SBT Bribin.

Dari sisi penyediaan sumberdaya air, tambahnya, Gua Bribin mempunyai pelepasan komponen rembesan (''diffuse'') yang perlahan-lahan dengan flukuasi yang kecil, sedangkan gua-gua lain di SBT Bribin umumnya mempunyai sifat pelepasan ''diffuse'' yang lebih cepat sehingga pada puncak musim kemarau debitnya sangat kecil terutama di Gua Gilap dan Gua Ngereng.

Kepada wartawan, Dia menyatakan bahwa pemanfaatan karst sebagai batu gamping perlu dievaluasi kembali untuk ketersediaan air dalam waktu lama. "Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya konservasi di permukaan daerah tangkapan hujan SBT Bribin," paparnya yang lulus ujian doktor dengan predikat cumlaude.

( Bambang Unjianto / CN13 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
26 Mei 2012 | 07:51 wib
Borobudur Interhash 2012
Interhash Kenalkan Keunikan Desa
Dibaca: 15
26 Mei 2012 | 07:29 wib
Dibaca: 26
26 Mei 2012 | 07:02 wib
Dibaca: 65
26 Mei 2012 | 05:30 wib
Dibaca: 74
25 Mei 2012 | 23:58 wib
Dibaca: 209
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER