
Makassar, CyberNews. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo memastikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan hadir membuka Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) pada Selasa (23/3) di Makassar.
Kepastian tersebut diungkapkan usai melakukan pertemuan tertutup bersama unsur musyawarah pimpinan daerah dan elemen kampus di Baruga Sangiaseri, rumah jabatan Gubernur, Sabtu (20/3). Dalam pertemuan yang berlangsung hampir tiga jam tersebut, Gubernur menyampaikan kepada mahasiswa bahwa muktamar adalah sebuah forum yang sangat besar dan bernuansa keagamaan.
"Pertemuan ini dalam rangka menjelaskan muktamar dan bagaimana posisi presiden. Saya berharap jangan sampai ada yang mudarat. Saya syukuri kalau bisa tenang dan tentram. Respons mahasiswa sendiri sangat bagus dan tahu betul menjadi tuan rumah yang baik," jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah tidak akan menutup dinamika, namun diharapkan tetap dalam orientasi yang tidak mendatangkan mudarat. Menurutnya, imbauan tersebut disambut baik oleh mahasiswa meski diakuinya belum ada representasi seluruh mahasiswa tapi paling tidak ada pemahaman.
"Kita saling paham bahwa muktamar harus sukses dan pasti presiden datang dan kita semua mau membangun Sulsel tetap damai," katanya yang mengaku telah menyampaikan kepada presiden bahwa kondisi Makassar kondusif.
Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa MIPA Universitas Hasanuddin Ibnu Qudama yang mengikuti pertemuan sempat mencatat catatan penting pertemuan antara lain gubernur meminta secara adat agar elemen kampus bersikap baik pada kedatangan presiden. Ada permintaan tidak ada unjuk rasa pada rentang waktu pembukaan muktamar pada pukul 10.00-15.00 wita.
Ia menyambut baik dan menilai wajar imbauan pemerintah untuk mengantisipasi unjuk rasa mahasiswa. "Dalam pertemuan kami meminta ruang dialog terbuka dengan presiden," katanya yang berencana membahas hasil pertemuan ini.
( Ant / CN13 )