
Jakarta, CyberNews. Ada pernyataan meragukan terkait ancaman Rais Aam Jamiah Ahlitthoriqoh al mutabaroh annahdiyah KH Habib Lutfi, yang akan menarik jamiyahnya keluar dari NU jika Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi terpilih sebagai Rais Aam Syuriah PBNU pada Muktamar ke 32 di Makassar, 22-27 Maret 2010.
Ketua Jamiyah Thoriqoh Muktabaroh An-nahdliyyah Jawa Timur KH Martain dalam pesan singkat yang diterima di Jakarta, Sabtu (20/3), mengaku tidak yakin hal itu diungkapkan Habib Lutfi seperti disampaikan KH Habib Toha.
Seperti diberitakan sebelumnya, Habib Lutfi selaku rais aam mengancam, apabila dalam muktamar NU nanti KH Hasyim Muzadi terpilih menjadi rais aam syuriah maka jamiyah thoriqoh annahdliyah akan keluar dari NU. Ditegaskan, pernyataan itu jelas tidak benar dan tak sesuai dengan ajaran yang selama ini berlaku di dalam jamiyah ahli thariqoh annahdliyah.
"Kami yakin bahwa beliau, KH Habib Lutfi selaku rois aam dan sebagai mursyid yang sangat arif dan santun memahami tentang berorganisasi, tidak munggkin beliau memberikan pernyataan yang demikian," ujarnya.
Dia mengaku sering sekali bertemu dan bermusyawarah dengan beliau. "Tidak pernah mendengarkan ucapan beliau yang menusuk perasaan orang lain." Hal ini, lanjut dia, sudah diinformasikan kepada para kiai lain di Jateng seperti KH Khalwani. "Beliaupun sangan terkejut dengan berita pernyataan tersebut."
Seandainya hal tersebut benar, lanjut dia, maka setidaknya pernyataan itu dibahas di dalam muktamar thoriqoh atau munaslub thoriqoh. "Padahal belum ada muktamar atau munaslub." Ketemu SBY.
( A Adib / CN14 )