
Semarang, CyberNews. Melunasi berbagai kewajiban pembayaran siswa kelas 12 menjelang ujian nasional (UN) membuat sejumlah orang tua merasa kelimpungan mendapatkan uang dalam waktu singkat. Solusi paling cepat yang banyak ditempuh adalah dengan menggadaikan barang berharga yang dimiliki ke Pegadaian.
Ratri (40), salah satu nasabah Pegadaian yang baru saja menggadaikan gelang emas miliknya mengaku bahwa hanya dengan menggadaikan gelang itulah dia bisa segera melunasi pembayaran SPP anaknya yang harus lunas sebelum UN digelar. "Kalau tidak bayar tidak boleh ikut UN, jadi ya terpaksa saya gadiakan gelang. Kalau mau pinjam orang lain saat ini sulit karena sama-sama butuh uang," ujarnya ketika ditemui di kantor unit pembantu cabang Pegadaian Karangrejo Raya, Banyumanik, Jumat (19/3).
Menggadaikan barang di Pegadaian juga menjadi pilihan untuk mendapatkan dana cepat oleh Sri Hanum (42). Menurutnya, akibat putra keduanya yang duduk di kelas 12 di sebuah SMK mendadak memberitahukan tentang pelunasan pembayaran sekolah, mau-tidak mau dia harus segera mencari pinjaman. "Ya kalau tidak dadakan mungkin saya bisa siap-siap dulu," ungkapnya ibu rumah tangga warga Jatingaleh tersebut.
Ketika ditemui, Humas Kantor Wilayah Utama XII Perum Pegadaian Jateng DIY, Ambardhi mengungkapkan bahwa tren peningkatan jumlah konsumsi kredit oleh masyarakat biasanya terjadi pada musim-musim tertentu. "Pada hari raya, pergantian tahun, musim tanam, musim melaut, tahun ajaran baru, dan siklus pendidikan yang lain, seperti menjelang UN ini," tuturnya.
Melihat tren yang sedang terjadi tersebut, tak heran bila konsumsi kredit jasa gadai pada Februari hingga pertengahan Maret ini naik hingga 10%. "Konsumsi kredit setiap bulan rata-rata Rp 385 M, dan dari laporan bulan Februari kemarin naik Rp 38,5 M karena masyarakat yang menggadaikan barang untuk sekolah anaknya meningkat," lanjutnya.
( Bening Puspita / CN13 )