
Solo, CyberNews. Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta menyiapkan panti persinggahan terpadu yang diperuntukan bagi anak jalanan. Hal ini dilakukan untuk menekan semakin bertambahnya jumlah mereka di Kota Bengawan. "Akan kami bangun panti yang nantinya semacam rumah singgah. Konsepnya berupa rehabilitasi sosial berbasis masyarakat," kata Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), Singgih Yudoko, Kamis (18/3).
Meski tidak menyebutkan angka pastinya, Singgih mengaku bahwa secara kasat mata ada kecendrungan jumlah anak jalanan di Kota Solo selalu bertambah. Dapat dilihat dengan mudah ditemuinya anak-anak jalanan di beberapa lampu merah atau persimpangan.
Dari data yang dihimpun oleh Dinsosnakertrans pada tahun lalu, kata dia, setidaknya ada sekitar 63 anak jalanan yang terdata. Jumlah itu terdiri dari 57 berjenis kelamin laki-laki dan sisanya perempuan. "Biasanya mereka (anak jalanan) berada di lampu merah sebagai pengamen atau meminta-minta," imbuh pria yang juga pernah menjabat sebagai Kantor Pengelolaan Aset Daerah ini.
Pada panti persinggahan yang nantinya akan menempati bekas kesekretariatan Karang Taruna Indonesia di daerah Komplang, Kecamatan Banjasari ini, lanjut Singgih, tidak hanya akan digunakan sebagai tempat bagi anak jalanan. Rencananya akan juga disiapkan sebagai tempat untuk para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) lain misalnya anak terlantar, anak nakal, dan lanjut usia terlantar.
Dia menjelaskan bahwa pada panti tersebut nantinya akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas belajar, ruang bermain, tempat rehabilitasi, serta tempat ibadah. "Semacam rumah singgah juga yang digunakan sebagai pendidikan luar sekolah bagi penghuninya," ungkap Singgih.
( Gading Persada / CN14 )