Subcribe RSS RSS SUARAMERDEKA.COM
 



17 Maret 2010 | 23:56 wib | Ekonomi

Menkeu: Industri Rokok Harus Hadapi Realita Baru

Jakarta, CyberNews. Terkait dengan fatwa haram rokok yang dikeluarkan Majelis Tarjih Muhammadiyah, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui cepat atau lambat industri terkait rokok harus menghadapi realita baru dengan kepedulian dunia soal bahaya rokok bagi kesehatan. Untuk itu pemerintah tengah memikirkan road map akan dikemanakan industri rokok Indonesia ke depan.

Hal tersebut dikemukakan Menkeu ketika ditanya wartawan seusai menghadiri penyerahan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPT) Tahunan di Kantor Ditjen Pajak, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (17/2) sore.

Sri Mulyani mengaku belum mengetahui sejauh mana dampak keluarnya fatwa haram tokok tersebut terhadap penerimaan negara dari cukai yang tahun ini ditargetkan di atas Rp 50 triliun. Pemerintah masih akan mempelajarinya. "Kita lihat saja nanti. Selama ini kan memang kita menyadari selalu ada perbedaan pandangan soal rokok dari sisi kesehatan, penyerapan tenaga kerja, dan sisi penerimaan negara," katanya.

Yang sudah dibahas di antara kementerian/lembaga terkait adalah bagaimana mengakomodasi berbagai kepentingan tadi yang semuanya juga sangat penting. Karenanya, menurut Sri Mulyani, harus dibuat semacam road map atau jalan supaya ada suatu penyesuaian.

"Salah satu yang paling penting adalah dana bagi cukai untuk menyiapkan secara perlahan bagaimana industri ini ke depan. Karena industri ini dari sisi concern atau pertimbangan kesehatan memang makin hari akan makin sulit berada (eksis, red)," lanjutnya.

Sehingga Menkeu berpendapat dari sekarnag harus disiapkan dan dibuatkan road map atau jalan keluara bagi industrinya, bagi tenaga kerjanya, dan bagi daerah yang memiliki pangsa yang besar, karena akan sangat mempengaruhi pendapatan daerah masing-masing. Suatu jalan, roadmap bagi pemerintah untuk melakukan penyesuaian terhadap realita baru ini.

"Ini yang salah satunya akan dilakukan dengan dana bagi hasil kepada daerah-daerah tertentu," katanya tanpa merinci bagaimana implementasi dana bagi hasil tersebut.

Mengenai hal lain terkait dampaknya terhadap penerimaan negara, Menkeu mengatakan hal itu baru bisa dilihat berdasarkan APBN Perubahan. "Mengurangi investasi dan sebagainya, nanti kita lihat saja. Saya nggak akan berspekulasi," demikian Sri Mulyani.

( Fauzan Jayadi /CN13 )

Powered by Telkomsel Blackberry


Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad

Bookmark and Share



+ Indeks Berita  

          Berita Terbaru

09 September 2010 | 14:51 wib | Daerah

Seorang Pembantu Paksa Majikan Bayar THR

Sleman, CyberNews. Ingin mendapatkan uang Tunjangan Hari Raya (THR) dalam jumlah besar, Sumarno, nekat memeras majikannya. Sumarno memaksa sang majikan…

09 September 2010 | 14:40 wib | Berita Mudik

H-1, Pemudik Masih Padati Stasiun Senen

Jakarta, CyberNews. Kepadatan pemudik masih saja terlihat di Stasun Senin pada H-1 Lebaran, Kamis (9/9). Meski, puncak arus mudik di Stasiun ini sudah…

09 September 2010 | 14:35 wib | Berita Mudik

Rombongan Kapolri Batal Pantau Nagreg

Bandung, CyberNews. Rombongan Kapolri, Menteri Perhubungan, dan Menteri Pekerjaan Umum tiba di Nagreg dengan menggunakan 4 helikopter di lapangan belakang…

09 September 2010 | 14:24 wib | Daerah

Pria Tewas Tertabrak Pandan Wangi

Banyuwangi, CyberNews. Nur Kahfi, warga Dusun Krajan, Desa Kabat, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, Jawa Timur, tewas mengenaskan setelah tertabrak kereta…

09 September 2010 | 14:12 wib | Berita Mudik

Macet, Arus Kendaraan Pemudik di Tol Kanci-Pejagan

Brebes, CyberNews. Memasuki H-1 Lebaran, Kamis (9/9), kendaraan pemudik yang masuk ke Jateng melalui Tol Kanci-Pejagan memuncak. Akibatnya, arus kendaraan…


© 2009 SUARAMERDEKA.com. All rights reserved.