Subcribe RSS RSS SUARAMERDEKA.COM
 



17 Maret 2010 | 23:32 wib | Daerah

Laka Tewaskan Lima Anggota Punk

Korban Mau Nonton Musik di Semarang

Kajen, CyberNews. Lima remaja anggota komunitas Punk yang tewas dalam kecelakaan di Jalur Pantura, Batang, bermaksud ingin  nonton  pentas musik ke Semarang. Namun maut menjemput mereka lebih dulu.

Rizqon yang oleh teman-temannya di komunitas punk dipanggil Itong adalah salah satu dari lima remaja yang tewas dalam kecelakaan  di jalur Pantura, Gringsing (Batang). Sukhufi (50) ayah kandung itong mengaku diberitahu jika anaknya menjadi salah satu korban dari terangganya Rabu (17/3).

"Saya kaget kenapa anak saya bisa sampai di sana, saya tahunya dia main di sekitar Kedungwuni saja," ujarnya saat ditemui Suara Merdeka hari ini.

Anak bungsunya itu kata dia, pergi dari rumah tiga hari yang lalu dan tidak pamit jika akan keluar kota. Anaknya kata dia, memang sering pergi, namun biasanya kalau malam pulang.

Setelah beberapa menit menjawab pertanyaan Suara Merdeka, dia kembali keluar rumah melewati beberapa remaja berpakaian hitam ketat yang berkumpul di depan rumahnya. Beberapa remaja itulah yang menyebut dirinya sebagai komunitas punk.

Namun tak ada penampilan yang aneh. Tidak ada rambut berwana-warni dengan bentuk jabrik, atau asesoris aneh-aneh yang biasa terlihat dari komunitas punk. "Kami ini hanya nongkrong saja dan senang nonton musik," ujar Heru (18), salah seorang remaja yang mengaku teman dekat korban.

Sambil mengusap-usap lubang bekas anting-anting di telinganya, dia mengaku sempat nongkrong dengan korban beberapa hari sebelum maut menjemput karibnya itu. Di markas tempat mereka nongkrong di sektar Lapangan Paesan Kedungwuni, Itung sempat bercerita mau pergi ke rumah temannya sesama penggemar musik di Cirebon. "Setelah main ke sana, dia katanya mau nonton musik di Semarang dan beli oleh-oleh spesial buat pacarnya," ujar remaja asal Kecamatan Karangdadap itu.

Selain Itong, tiga dari lima korban lainnya juga berasal dari Kabupaten Pekalongan. Mereka adalah Angga (20) warga Desa Tosaran , M Zaenal Rifai (19) warga Surobayan (Wopringgo), dan Slamet Romadhon (21), Tirto.

( Muhammad Burhan /CN13 )

Powered by Telkomsel Blackberry


Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad

Bookmark and Share



+ Indeks Berita  

          Berita Terbaru

09 September 2010 | 14:51 wib | Daerah

Seorang Pembantu Paksa Majikan Bayar THR

Sleman, CyberNews. Ingin mendapatkan uang Tunjangan Hari Raya (THR) dalam jumlah besar, Sumarno, nekat memeras majikannya. Sumarno memaksa sang majikan…

09 September 2010 | 14:40 wib | Berita Mudik

H-1, Pemudik Masih Padati Stasiun Senen

Jakarta, CyberNews. Kepadatan pemudik masih saja terlihat di Stasun Senin pada H-1 Lebaran, Kamis (9/9). Meski, puncak arus mudik di Stasiun ini sudah…

09 September 2010 | 14:35 wib | Berita Mudik

Rombongan Kapolri Batal Pantau Nagreg

Bandung, CyberNews. Rombongan Kapolri, Menteri Perhubungan, dan Menteri Pekerjaan Umum tiba di Nagreg dengan menggunakan 4 helikopter di lapangan belakang…

09 September 2010 | 14:24 wib | Daerah

Pria Tewas Tertabrak Pandan Wangi

Banyuwangi, CyberNews. Nur Kahfi, warga Dusun Krajan, Desa Kabat, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, Jawa Timur, tewas mengenaskan setelah tertabrak kereta…

09 September 2010 | 14:12 wib | Berita Mudik

Macet, Arus Kendaraan Pemudik di Tol Kanci-Pejagan

Brebes, CyberNews. Memasuki H-1 Lebaran, Kamis (9/9), kendaraan pemudik yang masuk ke Jateng melalui Tol Kanci-Pejagan memuncak. Akibatnya, arus kendaraan…


© 2009 SUARAMERDEKA.com. All rights reserved.