
Jakarta, CyberNews. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan akan meninjau dampak fatwa haram rokok yang dikeluarkan PP Muhammadiyah terhadap penerimaan negara dari cukai rokok.
Dia mengakui adanya perbedaan pandangan terhadap industri rokok dalam negeri. "Kita menyadari ada semacam, perbedaan dari sisi pandangan ini, dari sisi cukai rokok, kesehatan, penyerapan tenaga kerja, dan penerimaan negara," jelasnya di Jakarta, Rabu (17/3).
Karenanya, menurut Sri Mulyani, perbedaan pandangan tersebut harus diakomodasi melalui roadmap industri rokok. Tujuannya, untuk mempersiapkan secara perlahan-lahan industri rokok menanggapi isu kesehatan.
Industri rokok dari sisi kesehatan akan makin sulit untuk berada. Perlu disiapkan bagaimana industri rokok, daerahnya, dan pekerjanya, tambah menkeu.
Menurut dia, roadmap industri rokok dapat menyesuaikan realita bahwasanya rokok akan berkurang karena isu kesehatan. Hal ini akan disesuaikan dengan target penerimaan cukai, termasuk juga dana bagi hasil cukai bagi daerah penghasil tembakau.
( Kartika Runiasari / CN13 )