
Solo, Cybernews. Karena hujan turun deras pada Senin malam (15/3), talut Kali Gajah Putih Manahan Banjarsari sepanjang 20 meter longsor. Padahal talut yang dikerjakan rekanan CV Citra Biru Solo itu baru selesai dikerjakan pada 2009. Saat kejadian, diperkirakan ketinggian air mencapai empat meter dari dasar sungai.
Menurut keterangan salah satu warga RT 1 RW 3 Sumber Tapen, Sumber, Banjarsari Priyatno, saat hujan deras turun dirinya sempat mendengar suara keras dari luar. Tetapi dirinya tak menyangka bila suara itu berasal dari longsornya talut
di sisi selatan sungai tersebut.
“Karena saat itu hujan deras, saya juga tak berani keluar. Baru setelah reda warga keluar mengecek. Ternyata talut itu sudah ambrol. Kami khawatir juga kalau talut yang longsor itu meluas," jelas dia yang tinggal berseberangan dengan talut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Agus Djoko Witiarso menjelaskan, longsornya talut itu dikarenakan fondasi yang tak kuat. Padahal pada malam itu debit air cukup tinggi, sedangkan kapasitas sungai tak memadai.
“Debit air ini tinggi karena kiriman air dari Boyolali, Karanganyar dan Sukorharjo. Jadi bukan dari dalam kota ataupun Bengawan Solo. Karena Bengawan Solo hanya mencapai ketinggian dua meter,” kata dia.
Namun, talut yang menghabiskan dana Rp 800 juta itu saat ini masih dalam masa pemeliharaan dari rekanan. Karenanya, pihaknya sudah meminta agar ada penanganan sementara untuk mencegah meluasnya longsoran.