
Grobogan, CyberNews. Pelayanan bagian radiologi RSUD R Soedjati Purwodadi sempat terhenti beberapa jam saar rapat mengenai tarik ulur pembagian dana insentif karyawan digelar pada Senin (15/3) kemarin. Pelayanan terhenti saat terjadi dialog antara petugas bagian radiologi tersebut dengan pimpinan rumah sakit.
Sejumlah pasien yang telah menunggu untuk keperluan 'rontgen' atau mengambil laporan hasil pemeriksaan mengeluhkan hal tersebut.
"Saya menunggu hampir satu jam disini sejak pukul 08.30 namun belum dilayani karena tidak ada petugasnya. Daripada tidak jelas begini lebih baik saya periksa di Yakkum atau Permata Bunda saja," ujar Siswoyo (47) warga Wirosari, Senin (15/3).
Bersamaan dengan Siswoyo yang sedang menunggu di depan instalasi radiologi, para petugas radiologi itu tengah menuntut kenaikan hasil pembagian insentif kepada pimpinan RSUD.
Terpisah, Direktur RSUD R. Soedjati Purwodadi, dr. Iman Santosa, M.Kes di dampingi Kasi Pelayanan Medis Sakir mengakui jika pihaknya memanggil karyawan bagian radiologi untuk dimintai keterangan terkait protes para petugas bagian itu terkait pembagian dana insentif.
Wacana penuntutan para karyawan itu telah terjadi sejak Jumat (12/3), namun berhubung Direktur rumah sakit tidak berada di tempat, maka mereka menunda hingga Senin kemarin.
Dijelaskan, persoalan ini menurutnya hanya salah persepsi. Mengingat para karyawan sebelumnya tidak mengeluh atas pembagian prosentase jasa layanan yang telah disepakati selama ini sesuai Perda nomor 4 Tahun 2003 tentang tarif layanan di badan Pelayanan Rumah Sakit Daerah (BPRSD). Pihaknya menganggap akar permasalahan ini hanya kurangnya komunikasi antara dokter spesialis radiologi dengan petugas medis dibawahnya.
Dalam pertemuan dengan perwakilan paramedis instalasi radiologi, pihak pimpinan memberikan kesempatan bagi mereka untuk membuat perubahan pembagian prosentase yang kemudian akan diusulkan dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) retribusi pelayanan kesehatan RSUD.
( Dheky Kenedi / CN16 )