
Magelang, CyberNews. Perdagangan bebas Asean-Cina mampu menekan biaya pembangunan perumahan sekitar 5%. Karena harga material bangunan dari Cina lebih murah serta mudah didapat. "Dampaknya positif untuk bisnis property, khususnya untuk tipe perumahan menengah ke atas," kata Ketua Real Estat Indonesia (REI) Komisariat Kedu, Suharsono, Selasa (16/3).
Dia menerangkan, untuk wilayah Kedu dan sekitarnya yang masih perlu dikembangkan adalah perumahan untuk segmen menengah ke bawah. "Rumah untuk menengah ke bawah tidak merasakan dampak langsung dari perdagangan bebas tersebut. Tetapi secara umum hal itu menguntungkan sektor properti, karena mampu menekan biaya produksi," ungkapnya disela-sela mengunjungi Pameran
Perumahan Bersama REI Expo Kedu 2010 di Gardena Swalayan, Magelang.
Suharsono menjelaskan, material impor asal Cina yang murah antara lain keramik, perabot kamar mandi, elektronik dan berbagai material arsitektur. Namun bahan material tersebut tidak banyak digunakan untuk perumahan menengah ke bawah.
Khusus untuk mengembangkan perumahan murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, dia mengatakan, perlu dukungan lebih besar dari pemerintah. Seperti meningkatkan jumlah subsidi kepemilikan rumah maupun bantuan prasarana, sarana dan fasilitas lain di lingkungan perumahan. Disamping itu, perlu juga dukungan dari Pemda, BPN, PLN, PDAM untuk mewujudkan pengurusan yang ringan dan cepat.
( Doddy Ardjono / CN14 )