
Bantul, CyberNews. Tiga siswa jurusan Nautika Kapal Penangkapan Ikan (NKPI) Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) I Sanden, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diduga ikut ditangkap petugas keamanan Australia.
Ketiga pelajar itu sedang menjalani praktik kerja industri (Paketri) di kapal ikan dari Bali.
"Ketiga siswa yang ikut kapal penangkap ikan milik Jimmy Wijaya tersebut yakni Agiel Ramadhan Putra warga Canden, Jetis; Ginandjar Nugraha Atmaji warga Gadingharjo, Sanden; dan IL Andrinta Deny Murdani warga Sumbermulyo, Bambanglipuro," kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN I Sanden Bantul Sutrisno, Sabtu (13/3).
Menurutnya, ketiga siswa yang berlayar bersama 11 awak kapal lainnya ini hilang kontak dengan perusahaannya, PT Sentral Benoa Utama, Bali, sejak 27 Februari hingga saat ini. "Sedangkan surat pemberitahuan diterima pihak sekolah dan keluarga dari perusahaan itu baru pada 9 Maret," katanya.
Ia mengatakan, saat ini pihak sekolah maupun perusahaan belum bisa memastikan penyebab terputusnya kontak dengan kapal yang posisi terakhir diketahui berada di titik 08'07'00' Lintang Selatan dan 128'35'00 Bujur Timur atau sekitar Laut Aru, Maluku.
"Dugaan sementara putusnya kontak itu disebabkan yaitu kapal yang berlayar sedang terkena badai, mesin mati, atau tertangkap keamanan negara Australia," ujarSutrisno.
Ia mengatakan, sebagai langkah awal pencarian, operator kapal sudah menerjunkan lima kapal lainnya menuju titik terakhir kapal itu hilang untuk mencari kepastian utama.
"Selain itu hilangnya kontak itu juga sudah dilaporkan ke Adminitrasi Pelabuhan (ADPEL) Benoa dan Polairud Polda Bali. Kami sendiri sudah melaporkan ke Dinas Pendidikan, Bupati Bantul, dan Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) Pusat," katanya.
( Ant / CN13 )