
Jakarta, CyberNews. Rencana pemerintah untuk menaikan tarif dasar listrik (TDL) pada semester II 2010 atau Juli mendatang dinilai tidak mengagetkan. Pasalnya, kenaikan TDL sudah direncanakan sejak lama.
Direktur Utama PT PLN Dahlan Iskan menyatakan wacana kenaikan TDL sudah diumumkan secara global dari menteri bersangkutan. Seharusnya ini kan tidak mengagetkan. Karena semua yang mengikuti pembahasan APBN di DPR beberapa bulan yang lalu sebetulnya tahu kok kalau Juli itu ada kenaikan listrik, katanya ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (12/3).
Dahlan juga mengaku sebenarnya tarif listrik bukanlah penyumbang tertinggi dalam komponen biaya produksi. Menurutnya, tarif listrik bukanlah satu-satunya penyebab tingginya biaya produksi namun banyak pula penyebab lainnya. Kalangan industri inikan tarif listriknya sudah naik dengan cara-cara tertentu. Listrik itu kan sebetulnya masalah yang datang terakhir saja. Apakah betul listrik itu membuat high cost begitu? Sebetulnya banyak hal lain yang membuat high cost, cetusnya.
Karenanya, Dahlan meminta para pelaku industri untuk tidak hanya menyalahkan listrik sebagai penyebab tingginya biaya produksi mereka. Ibaratnya gelas ini sudah penuh sekarang. Kemudian akibat tarif listrik naik, airnya tumpah. Kenapa tidak gelasnya ini dikurangi dulu airnya, sehingga ketika tarif listrik itu naik, nggak ada yang tumpah. Sehingga sebetulnya ada faktor-faktor lain, yang tidak lebih penting dari listrik, itu bisa disingkirkan sehingga kenaikan listrik pun tidak memberatkan industri, papar Dahlan.
Dia menjelaskan, tarif listrik harus dinaikkan agar struktur kebijakan energi bisa berjalan dengan baik. Lagipula, tambahnya, pemerintah tengah merumuskan kompensasi untuk industri terkait kenaikan TDL. Kompensasi tapi dalam bentuk mengurangi kebijakan-kebijakan yang menimbulkan ekonomi biaya tinggi. Tapi ini masih akan dirumuskan, papar dia.
( Kartika Runiasari / CN14 )