
Solo, CyberNews. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surakarta mulai 13 Maret hingga 9 April menggelar sosialisasi pemilihan wali kota (pilwakot). Sebanyak 11 kelompok di masyarakat akan menjadi target sasaran sosialisasi, tiga diantaranya adalah masyarakat dengan kebutuhan khusus seperti tuna daksa, tuna rungu dan tuna netra, lalu masyarakat umum, serta jajaran struktural penyelenggara pemilu. Tahapan sosialisasi ini baru dilaksanakan setelah ada kepastian tiga kandidat pasangan wali kota Solo mendaftarkan diri ke KPU.
Anggota KPU Divisi Data Informasi dan Hubungan Antarlembaga Agus Sulistyo saat ditemui wartawan, Jumat (12/3) menuturkan, proses sosialisasi bagi masyarakat berkebutuhan khusus nantinya KPU akan menggandeng yayasan atau lembaga sosial. Menurut Agus, sosialisasi bagi penyandang cacat ini menjadi hal baru dalam tahapan pelaksanaan pemilu.
"Baru pada pelaksanaan pilwakot ini kami akan memberikan sosialisasi kepada para penyandang cacat ini. Menurut catatan saya, pada waktu pilpres dan pileg tahun lalu sosialisasi semacam ini tidak ada," terangnya.
Selain penyandang cacat lanjut dia, sebanyak 126 penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Surakarta yang tercatat dalam data pemilih tetap (DPT) juga akan disosialisasi. Para tahanan dan napi ini juga dikategorikan sebagai masyarakat yang berkebutuhan khusus.
( Budi Sarmun S / CN14 )