
Blora, CyberNews. Sekitar 25 mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Blora, Jumat (12/3) melakukan aksi keprihatinan terkait persoalan kebangsaan yang menimpa negeri ini.
Puluhan mahasiswa tersebut memulai aksinya dari sekretariat di Jalan Bhayangkara Timur RT 2 RW II Karangjati, Nglawiyan, Blora. Dari sana, para mahasiswa menuju perempatan Karangjati, lalu ke selatan melewati DPRD, menuju tugu pancasila diteruskan ke timur ke Polres Blora.
Dalam orasinya, mereka menyesalkan atas perusakan sekretariat HMI Makassar yang dilakukan oknum polri.
"Kami melihat penyerangan Sekretaraiat HMI Makasar telah ditunggangi kepentingan politis kelompok tertentu. Gerakan mahasiswa selalu mengedepankan dialog dan intelektualitas," ungkap Sekretaris Umum (Sekum) HMI Blora Sugiyono.
Ia menambahkan, Indonesia adalah negara hukum, sehingga etika dan norma-norma yang ada dimasyarakat tidak dapat diabaikan.
"Pengrusakan terhadap fasilitas umum merupakan tindakan yang tidak bisa dibenarkan. Selain itu, bentrokan yang terjadi juga cermin belum dewasanya oknum-oknum tersebut," imbuhnya.
Di polres, para mahasiswa diterima langsung oleh Kapolres AKBP Drs Isnaini Ujiarto. Sebelumnya, sepanjang perjalanan, selain membentangkan spanduk bertuliskan usut tuntas kasus Century, tindak tegas oknum yang melakukan tindak anarkis baik dari polisi maupun mahasiswa, stop anarkisme kepada mahasiswa, serta tegakkan supremasi hukum, mereka juga membagikan sekitar 300 selebaran kepada pengguna jalan.
( Rosidi / CN16 )