
Bandung, Cybernews. Ratusan jiwa korban bencana longsor di Perkebunan Dewata, Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung mulai kekurangan pangan, menyusul mulai menyurutnya bantuan pada dua pekan pascabencana.
Wawan, salah seorang korban yang masih berada di tenda pengungsian Jumat (12/3) menyebutkan, sejak dihentikannya penanggulangan darurat Senin (1/3), persediaan bahan pangan dan berbagai kebutuhan sehari-hari, seperti beras, lauk pauk, peralatan mandi, obat-obatan dan perlatan sekolah sulit didapat pengungsi.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, warga mulai meminjam kepada koperasi perusahaan bagi karyawan perkebunan. Sedangkan bagi warga non karyawan, terpaksa mencari pinjaman kepada keluarga lainnya.
Karyawan PT Buio Farma, Jumat pagi (12/3) memberikan bantuan untuk korban bencana alam Perkebunan Dewata. Bantuan berupa beras, air munim kemasan, minyak goreng, ikan dalam kaleng, biscuit, pakaian layak pakai, selimut, peralatan mandi, perlatan ibadah dan perlatan sekolah itu dilepas Direktur Produksi Bio Farma, M Sukardono.
Kepala Komando Pengendali Lapangan Biro Farma, Erwin Kurniawan menyebutkan, bantua senilai Rp 100 juta tersbut merupakan bantguan dari perusahaan, iuran karyawan, bantuan dari Dewan Kemakmuran Masjid dan koperasi karyawan.
Selain memberikan bantuan tersebut, Bio Farma juga menyelenggarakan pengobatan gratis bagi korban bencana longsor Pasirjambu. Bio Farma mengerahkan 3 tenaga dokter, 3 paramedis dan dan 4 petugas Palang Merah.
( PKT / CN12 )