
Pemalang, Cybernews. Pekik takbir mengiringi prosesi pemakaman ketua Jamaah Islamiyah (JI) yang tewas dalam penggerebekan teroris di Pamulang, Tangerang, pada Selasa lalu. Saat jenazah Dulmatin dikeluarkan dari keranda, ribuan pelayat yang berjejal di area kompleks pemakaman Dowo, desa Loning, Petarukan, Pemalang, berkali-kali meneriakkan "Allahu Akbar".
Prosesi pemakaman Dulmatin sepenuhnya dilakukan oleh warga. Bahkan, sebagian warga menutup akses bagi wartawan untuk mendekat ke liang lahat. Mereka membuat pagar betis yang berjarak sekitar 2 meter dari makam. Untuk mengambil gambar, sejumlah wartawan terpaksa menyewa tangga dari warga dengan tarif Rp 20 ribu.
Sebelumnya, sepanjang perjalanan dari gerbang masuk desa Loning hingga ke area makam, sejumlah pelayat beberapa kali menunjukkan sikap antipatinya kepada aparat kepolisian yang bertugas mengwal pentakziah. Mereka bahkan meneriakkan kalimat yang menyerang korps kepolisian.
Sejumlah tokoh Front Pembela Islam (FPI) turut mengantar jenazah Dulmatin ke pemakaman. Di antaranya, Abu Ayyas, ketua FPI Pekalongan.
Usai pemakaman, pihak keluarga Dulmatin akan menggelar jumpa pers di kediaman mereka di Desa Petarukan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang.
( Wisanggeni / CN12 )