
Blora, CyberNews. Ketelitian cenderung berhati-hati dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Blora dalam menghitung dan mencermati dukungan warga kepada bakal calon bupati dan wakil bupati dari jalur perseorangan. Tak mengherankan rapat pleno verifikasi dukungan pasangan calon perseorangan, Kamis (11/3), berlangsung lama. Rapat dimulai pukul 09.00 WIB dan hingga sore rapat pleno masih berlangsung.
"Kalau hasil perhitungan dinilai salah dan pasangan calon perseorangan menggugat kami, bagaimana? Karena itu kami harus mencermati berkas dukungan sebaik mungkin," ujar Divisi Pencalonan KPU Blora, Achmad Zakki.
Rapat pleno diikuti Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang warga di wilayahnya memberikan dukungan kepada pasangan bakal calon perseorangan, Teguh Kristiono dan Herman Susilo.
Satu persatu berkas dukungan dibuka dan dicermati. Jika berkas dukungan dalam bentuk foto copi kartu tanda penduduk (KTP) maupun identitas lainnya tersebut meragukan, petugas langsung melakukan pencocokan. "Kami menemukan beberapa nama warga yang sama meski berdomisili di lain desa atau kecamatan. Selain namanya sama, tanggal lahirnya juga sama. Kami menyikapinya antara lain dengan mencocokan foto dalam KTP dan itu harus dilakukan satu persatu," tandas Zakki.
Selain mencocokan identitas warga yang sama, setiap PPK juga memastikan jumlah dukungan, baik yang memenuhi syarat maupun tidak. Sebab menurut Zakki dalam verifikasi faktual, beberapa warga ternyata tidak merasa memberikan dukungan.
( Abdul Muiz / CN14 )