
Tegal, Cybernews. Sebanyak 166 jumlah masjid di Kota Tegal akan dilakukan pengukuran ulang arah kiblat. Hal itu dikarenakan adanya penyebab bergesernya lempeng bumi dan musibah bumi bertubi-tubi yang melanda tanah air, sehingga membuat pergeseran arah menjadi tidak sesuai.
Staff Urusan Agama Islam (URAIS) Kementrian Kantor Agama Kota Tegal Ali Murtadho mengatakan, pada beberapa waktu lalu pihaknya baru saja mengadakan sosialisasi pengukuran ulang arah kiblat, dimana kementrian agama Pusat telah membuat keputusan untuk segera melakukan itu.
"Pasalnya dari hasil pengamatan yang diperoleh, arah kiblat masjid-masjid yang tersebar di kota ini masih memiliki perbedaan. Salah satunya adalah adanya kecenderungan dari masyarakat dengan menyerahkan penentuan arah kiblatnya kurang tepat, tingkat akurasi kompas (penunjuk arah) juga kurang tepat serta belum adanya sosialisasi tentang perhitungan dan pelaksanaan pengukuran arah kiblat, yang membuat masyarakat tidak tahu," ujarnya.
Berdasarkan data yang didapat, terdapat 166 jumlah masjid yang akan melakukan kembali pengukuran ulang, dengan rincian 52 masjid dari Tegal Timur, 46 Tegal Barat, 44 Tegal Selatan dan 24 Margadana. "Rencananya ini akan dilakukan pengukuran ulang sekitar bulan Mei dan Juni, dengan mengerahkan 5 petugas depag. Lalu, pengukuran tersebut dilakukan secara acak dan waktunya tidak ditentukan," terangnya.
Ia menambahkan selain masjid, bangunan seperti hotel dan makam umat muslim juga akan diukur ulang, karena masih banyak penentuan saf yang tidak akurat dan sesuai. "Pengukuran tersebut tidak hanya dilakukan di Kota Tegal saja, tapi juga di daerah-daerah Jawa Tengah lainnya. Dan, untuk mengenai anggaran pelaksanaan hal itu berasal dari kementrian agama kota Tegal,"pungkasnya.
( Susanti Retno / CN12 )