
Blora, CyberNews. Koalisi besar partai politik (parpol) menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Blora, 3 Juni mendatang akhirnya terbentuk. Koalisi parpol itu sepakat mengusung pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati, Letkol (Inf) Djoko Nugroho dan H Abu Nafi (Kolbu).
Parpol yang terhimpun dalam koalisi itu adalah Partai Demokrat (PD), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Perjuangan Indonesia Baru (PPIB), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrasi Pembaruan (PDP).
Sementara partai lainnya, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI) masih menunggu kebijakan lebih lanjut dari pengurus provinsi maupun pengurus pusat masing-masing. Meski pengurus maupun anggota DPRD dari kedua parpol itu hadir juga dalam pertemuan di Semarang.
Sembilan parpol tersebut meraih 26 kursi di DPRD Blora pada pemilu lalu.
"Inti dari kesepakatan koalisi parpol itu adalah mengusung pasangan Djoko Nugroho dan H Abu Nafi dalam Pilkada Blora," kata juru bicara koalisi Gatot Pranoto, Kamis (11/3).
Gatot yang juga mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Blora mengemukakan masih terbuka kesempatan bagi parpol lainnya bergabung dalam koalisi itu. Usai kesepakatan tersebut, pihaknya akan segera menggelar deklarasi.
"Kapan deklarasinya, masih kami bahas. Yang pasti dalam waktu dekat ini," katanya.
Kesepakatan koalisi parpol untuk mengusung pasangan Letkol (Inf) Djoko Nugroho atau yang akrab dipanggil Kokok dan H Abu Nafi (Kolbu) dibenarkan Ketua DPC PKB Blora, H Abdullah Aminudin. Menurutnya, koalisi tersebut diyakini bisa mengantarkan pasangan Kolbu memenangi Pilkada.
( Abdul Muiz / CN16 )