
Foto: AP/Heng Sinith
Phnom Penh, CyberNews. Tempat di mana tubuh Pol Pot, mantan pemimpin Khmer Merah, yang dibakar di atas tumpukan sampah, yang oleh pemerintah setempat ditetapkan menjadi lokasi pengingat sejarah gelap masa lalu di Kamboja, saat ini dibuka menjadi tempat tujuan wisata.
Dalam sebuah langkah yang kontroversial terkait peningkatan daya pikat dari sejarah genosida di negara itu dan pentingnya pundi-pundi dari wisatawan yang datang ke Kamboja, pemerintah setempat telah memutuskan untuk "melestarikan dan mengembangkan" situs Anlong Veng. Sebagai hutan kota yang berada di ujung utara negara indocina ini, situs bersejarah ini merupakan benteng terakhir dari gerakan pemberontak yang bertanggung jawab atas kematian dua juta orang lebih pada waktu itu yang terkenal dengan Killing Fields.
Dalam sebuah pernyataan, pihak berwenang di Phnom Penh mengatakan bahwa nantinya wilayah di sekitar situs tersebut akan berubah menjadi sebuah situs wisata bersejarah bagi wisatawan nasional maupun internasional untuk dapat berkunjung dan memahami sejarah kepemimpinan politik "rezim genosida" terakhir.
Sebelum ini, lebih dari dua dasawarsa nyaris tidak ada seorang pun mengunjungi Kamboja. Meskipun pemberontak yang merebut kekuasaan pemerintahan pada April 1975 itu dapat digulingkan empat tahun kemudian. Terjadinya perang saudara menyebabkan sebagian besar wisatawan enggan berkunjung ke negara ini hingga masuk pertengahan 1990-an. Selama bertahun-tahun, hanya situs Angkor Wat yang merupakan Warisan Dunia dieksplorasi sebagai tujuan wisata di luar batas.
( Yuska , The Independent / CN14 )