
Solo, CyberNews. Pimpinan Kolektif Kota Partai Demokrasi Pembaharuan (PPK PDP) Kota Surakarta mendatangi Poltabes Surakarta, Rabu (10/3) malam. Mereka melaporkan adanya dugaan pemalsuan stempel (cap) partai yang dilakukan oleh oknum Sekretaris PDP Pifik Mochtar.
Pemalsuan alat kelengkapan partai diduga digunakan Pifik untuk mendaftarkan ke Koalisi Partai Surakarta (KPS) yang kemudian mengusung dirinya sebagai bakal calon wali kota (bakal cawali) dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Solo 2010.
Dalam laporannya yang diterima perwira jaga SPK Poltabes Surakarta Ipda Sukidi, salah satu perwakilan PPK DPD Widuro juga menyerahkan bukti pemalsuan stempel tersebut.
Kepada wartawan Widuro mengatakan, laporan kepolisian ini terpaksa ditempuh mengingat oknum pengurus partai telah melakukan pelanggaran berat yakni memalsukan cap partai. Pemalsuan itu diduga demi kepentingan pribadi.
Pimpinan Kolektif yang terdiri dari Widuro, Joko Suryadi, Didit Novian, Sunarno dan Seno itu menilai ada indikasi pidana dalam kasus tersebut, dimana oknum pengurus yang masih berstatus sekretaris partai berani memalsukan salah satu simbol partai atau stempel.
"Indikasi pemalsuan ini kami ketahui setelah Pifik mengatasnamakan dirinya mendaftar di KPS termasuk mencalonkan dirinya sebagai bakal cawali, Senin (8/3) lalu, dan di situ ada cap partai. Padahal keluar masuknya cap itu harus ada berita acara atau bukti serah terima. Dan stempel itu masih dipegang oleh salah satu pimpinan kolektif," katanya.
Indikasi lain yang dinilai janggal adalah Pifik secara sepihak melepaskan diri dari posisinya di PDP lama dan mengangkat dirinya menjadi Ketua Pelaksana Harian PDP yang baru. Padahal lanjut Widuro, hingga saat ini PDP Kota Surakarta tidak pernah mengangkat ketua baru.
"Selama ini kami sebagai PPK DPD yang sah tidak pernah menggelar rapat pleno khusus atau diundang dalam sebuah rapat pleno untuk membahas pemilihan ketua baru. Di sini jelas kepemimpinan Pifik menyalahi AD/ART partai," tandasnya.
Saat dikonfirmasi atas hal itu sekretaris PPK DPD versi Pifik, Dodi Asmoro mengklaim kepengurusan partai yang dipimpin Pifik itu sah karena mendapat restu dari DPP PDP. Bahkan dialah yang saat ini memegang stempel asli. Terkait laporan dugaan pemalsuan stempel oleh Pifik, ia menilai itu pembohongan. "Laporan itu bohong. Kalau perlu kami akan menggugat balik," katanya.
( Budi Sarmun S / CN13 )