panel header


RUKUN AGAWE SANTOSA
Bersatu Kita Teguh
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
10 Maret 2010 | 22:59 wib
Kasus Mutilasi Sumanto dari Kendal
Empat Kucing Mati, Jadi Firasat Ibu Korban

Slawi, CyberNews. Kematian tragis Fahmi Iswandi yang dibunuh dan dimutilasi oleh Kaeron di belakang SMPN 12 Batam, Kepulauan Riau masih menyisakan luka mendalam bagi keluarga korban. Mereka masih tak menyangka suami dari Rukiyah (38) dan ayah, Salsabila Qurotul Aeni (6) itu telah tiada.
 
Meski pelaku telah melakukan tindakan yang biadab, namun pihak keluarga sudah mengiklaskan kepergian korban. Mereka juga telah menganggapnya sebagai musibah. Sebelum kasus mutilasi ini tersiar media elektronik maupun cetak, ternyata beberapa anggota keluarga Hj Indrati Juarmi sempat merasakan firasat buruk atas kematian Fahmi Iswandi.
 
Baik Indrati Juarmi (ibu korban) maupun Adi Isdiana Fatman (adik), keduanya mendapatkan firasat buruk tersebut. Ibu korban, Indrati Juarmi mengatakan, beberapa kali menemukan kejadian aneh di rumahnya, Desa Pagerbarang RT 01 RW 03 Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal.
 
Salah satunya yaitu terjadi di kamar tidur korban. Di mana, ketika itu, terdapat empat ekor kucing yang masuk ke dalam kamar milik Fahmi tersebut. Keempat binatang itu mengeluarkan kotoran yang menimbulkan bau tak sedap. Tak beberapa lama kemudian, empat kucing tersebut mendadak mati.
 
Selain itu, menurut dia, korban juga terdengar memanggilnya berulang kali. "Ada suara Fahmi memanggil saya, ibu.. ibu.., tetapi saat saya cari ternyata tidak ada. Tiga hari kemudian, panggilan serupa juga dilakukan oleh Fahmi namun saya juga kembali tak menemukannya," kata Indrati, Rabu (10/3).

Hingga akhirnya, Jumat (5/3) ia mendengar anaknya tewas menjadi korban mutilasi yang dilakukan Kaeron.
 
Firasat buruk juga dirasakan oleh adik korban, Adi Isdiana Fatman. Sebelum mengetahui kakaknya, Fahmi meninggal dunia, ia mengaku sempat bermimpi ada seseorang yang datang kepadanya guna menitipkan anak kecil. Namun, beberapa lama kemudian, terdengar kabar kakaknya tewas dibunuh.
 
Seperti diberitakan, korban mutilasi Fahmi Iswandi bekerja di sebuah perusahaan di Batam, tepatnya pada bulan Juli 2009. Hanya sekitar tiga bulan di Kepulauan Riau tersebut, ia tewas dibunuh oleh rekannya, Kaeron. Menurut informasi kepolisian, korban dibunuh tepatnya tanggal 17 Oktober 2009.
 
Korban tewas dibantai dengan menggunakan palu besi, tepat di kepala bagian belakangnya. Dirinya dipukul sebanyak empat kali hingga akhirnya tak berdaya. Selain membunuh, Kaeron juga memakan jantung dan beberapa organ tubuh korban.

( Royce Wijaya / CN13 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
25 Mei 2012 | 23:58 wib
Dibaca: 10
25 Mei 2012 | 23:46 wib
Dibaca: 41
25 Mei 2012 | 23:34 wib
Dibaca: 78
25 Mei 2012 | 23:23 wib
Dibaca: 81
25 Mei 2012 | 23:11 wib
Dibaca: 145
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER