panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
10 Maret 2010 | 22:35 wib
Sultan Usulkan Gedung Agung Jadi Pusat Kajian Perjuangan

Yogyakarta, CyberNews. Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, untuk memberi pemahaman bagi anak cucu kita khususnya tentang nilai-nilai kejuangan yang dilakukan para pahlawan perlu adanya pusat kajian perjuangan.

Berkaitan dengan itu, maka Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang juga Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, mengusulkan Istana Negara Gedung Agung menjadi pusat kajian perjuangan. Semua ini dilakukan agar generasi yang akan datang ngerti tentang nilai-nilai perjuangan yang ditanamkan para pahlkawan bangsa.

"Apalagi terjadinya TNI (Tentara Nasional Indonesia) dan pengangkatan Panglima Angkatan Bersenjata Jenderal Sudirman dilaksanakan di Gedung Agung," kata Sri Sultan Hamengku Buwono X pada wartawan di Kepatihan, Pemprov DIY, usai menerima Komandan Pangkalan Udara Adisutjipto yang baru, Marsma TNI Hadiyan Sumanta Atmadja, Rabu (10/3).

Lebih lanjut Sultan mengatakan, hendaknya pemerintah memikirkan bahwa Istana Negara Gedung Agung mempunyai nilai kejuangan yang tinggi, karena gedung tersebut sebagai tempat pengangkatan Panglima Angkatan Bersenjata Jenderal Sudirman sebagai TNI.

Sehingga Gedung Negara tersebut, kata dia, tidak hanya sebagai Istana Negara, melainkan dibikin sebagai pusat kajian perjuangan. Ia mengatakan, adanya pemahaman kejuangan yang semakin menipis di kalangan generasi muda itu wajar.

Namun perlu diingatkan kepada para generasi muda tentang nilai-nilai kejuangan. Karena itu diharapkan Gedung Agung sebagai Pusat Studi yang dapat digunakan sebagai media untuk membangun api semangat perjuangan, dan membangun karakter baru bagi generasi muda, khususnya Taruna TNI AU.

"Gedung Agung itu berada di di bawah wewenang Pemerintah Pusat atau Sekretariat Negara," kata Sultan. "Karena terjadi regenerasi yang begitu panjang, Taruna TNI AU sebelum dilantik Presiden hendaknya masuk ke Gedung Agung dulu," tambah Sultan.


"Sehingga di sini dibreafing dulu tentang semangat api kejuangan misalnya, apa yang terjadi di Gedung Agung pada saat mempertahankan Republik selama tiga tahun itu, dan lahirnya TNI maupun adanya Panglima Besar Sudirman dari Gedung Negara tersebut," katanya lagi.

Hal tersebut juga disampaikan kepada Danlanud Adisutjipto pada saat bersilaturahmi dan memperkenalkan diri kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X di Gedung Wilis Kepatihan.

Selain itu, Sultan juga mengusulkan, di Gedung Agung diharapkan juga bisa ditempatkan patung Sudirman yang mengenakan pakaian kebesaran Panglima bukan dengan jubah (overcoat) seperti yang selama ini ditampilkan.

Menurutnya, waktu itu Panglima Besar Sudirman sedang sakit sehingga pakai jubah. Namun waktu Sudirman melakukan inspeksi pasukan di Alun-alun Utara pada saat serah terima Yogyakarta dari Belanda kepada Republik Indonesia, dia menggunakan pakaian kebesarannya.

Sementara usai bertemu Sultan Hadiyan mengatakan akan memaksimalkan Pangkalan Udara Adisutjipto sebagai pangkalan pendidikan yang prioritasnya untuk menciptakan perwira penerbang TNI AU dan itu sudah digariskan oleh pimpinan.

( Sugiarto / CN13 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
25 Mei 2012 | 23:58 wib
Dibaca: 77
25 Mei 2012 | 23:46 wib
Dibaca: 67
25 Mei 2012 | 23:34 wib
Dibaca: 109
25 Mei 2012 | 23:23 wib
Dibaca: 102
25 Mei 2012 | 23:11 wib
Dibaca: 176
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER