
Sukoharjo, CyberNews. Pengasuh pondok pesantren Ulul Albab di Tulakan, Desa Godog Kecamatan Polokarto, Sukoharjo membantah terkait dengan Istiada, istri tersangka teroris Dulmatin.
Istiada sama sekali tidak ada hubungannya dengan ponpes, karena dia bukan salah satu pengajar atau guru. Menurut pengasuh Ponpes Ulul Albab Ustadz Shoimin, Istiada tidak masuk dalam jajaran guru di Ponpes. Apalagi, Istiada tidak tinggal di lingkungan pondok.
Hanya saja, dia tidak menampik kala empat anak Istiada menjadi santri atau siswa di Ponpes tersebut. Kendati demikian, Shoimin membenarkan bahwa Istiada tinggal di sebuah rumah di atas tanah kapling yang dulu miliknya.
Menurut dia, tanah kapling tersebut memang dibeli kemudian di bangun rumah dan saat ini ditempati keluarga Istiada. "Setelah beli kaplingan itu, oleh Istiada lantas dibangun sebuah rumah yang baru selesai dibangun lalu ditempati," terangnya.
Dikatakan, sepanjang yang dia ketahui Istiada sudah mengurus surat pindah secara resmi dan diketahui oleh Bayan Tulakan. Namun ustad itu mengaku tidak tahu menahu alasan kepindahan Istiada dari Pemalang ke Tulakan, padahal dia sama sekali tidak punya sanak saudara di situ.
Menurut perkiraan Shoimin, Istiada tahu Ponpes Ulul Albab dari iklan ponpes yang dipasang di majalah. Bisa jadi, karena tertarik kemudian memasukkan anaknya ke Ponpes dan akhirnya pindah ke kampung dekat pesantren.
Ketua RT 03 RW 06 Mohtar Sobarodin mengatakan, Istiada hingga saat ini belum resmi menjadi warga Tulakan. Karena sampai saat ini, wanita kelahiran Kebondalem, Pemalang itu belum melengkapi persyaratan. Seperti Kartu nikah, surat pindah dan lainnya. "Sampai sekarang saya selaku RT belum pernah ditunjukkan kekurangan itu, jadi dia belum resmi warga sini," ujarnya.
( Heru Susilo / CN13 )