
Solo, CyberNews. Jumlah kasus baru HIV/Aids di Kota Solo terus meningkat. Berdasar data yang dicatat Solidaritas Perempuan untuk Kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia (Spek HAM), mulai 2006 hingga Februari 2010, angkanya mencapai 330 kasus.
Menurut Program Manajer Aksi Stop Aids Spek HAM Rahayu Purwa, jika dikalkulasi setiap bulan, penambahan angka per bulan mencapai 12 kasus. "Ini sangat memprihatinkan," kata Ayu, panggilan Rahayu Purwa, kepada Suara Merdeka, Rabu (10/3).
Karena itu, LSM yang dibidanginya terus melakukan berbagai cara untuk mencegah penularan terhadap HIV. Seperti agenda Voluntary Counseling and Testing (VCT) atau tes HIV yang dilakukan secara sukarela bagi PSK, yang bertempat di Hotel Arjuna, Solo, Rabu (10/3).
Dia menuturkan, kegiatan yang bekerjasama dengan klinik VCT RS Dr Oen tersebut ditujukan bagi PSK yang biasa bekerja di kawasan Kestalan, Banjarsari.
Jumlah PSK yang didaftar sekitar 50 orang. Mereka yang mengikuti masih berusia produktif, antara 18 sampai 40 tahun. "Program seperti ini dijalankan untuk mengetahui apakah ada PSK yang tertular HIV atau tidak. Jika ada, maka akan diberi pendampingan secara khusus," kata Ayu.
Pendampingan itu, ungkap Ayu, bisa dilakukan dengan cara konsultasi dari hati ke hati. Sebab, jika dibiarkan, penyakit itu mudah menular ke orang lain. "Pendampingan, bisa dengan cara konsultasi bagaimana cara aman supaya tidak menularkan penyakitnya ke para tamu, yaitu dengan memakai kondom. Dengan begitu, usaha menekan HIV/Aids di Solo bisa berhasil" jelasnya.
PSK yang memeriksakan diri, kata Ayu, hanya diambil darahnya untuk diperiksa. Hasilnya akan diketahui dalam waktu satu hari. "Sekarang belum bisa diketahui hasilnya. Kepastiannya baru besok," tuturnya.
Lebih lanjut, dia menyatakan bahwa kawasan Kestalan merupakan daerah populasi kunci bagi orang yang masuk kategori berisioko tinggi. Karena itu, pihaknya akan sering terjun untuk melakukan kegiatan serupa dalam jangka waktu antara tiga sampai enam bulan. "Target kami banyak beroperasi di kawasan sini. Sebab, daerah sini termasuk area risiko tinggi," imbuhnya.
( Arif M Iqbal / CN13 )