
Jakarta, CayberNews. Kementerian Perdagangan menyatakan barang-barang impor di Indonesia didominasi dari produk asal China. Produk China berhasil menguasai 18% pangsa pasar impor di Indonesia. China impornya terbesar di Indonesia sekitar 18%, kata Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar di Jakarta, Kamis (10/3).
Menurutnya, pada tahun 2009 impor nonmigas dari China turun 9,74%. Namun, sebaliknya ekspor Indonesia ke China juga mengalami peningkatan hingga 15%. Artinya ada pengurangan dari defisit yang dialami Indonesia, cetus dia.
Sedangkan menurut Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Dyah Maulida memaparkan jumlah importir terdaftar (IT) per 2009 mencapai 1122 untuk produk elektronika, 437 untuk pakaian jadi, 425 mainan anak, 147 untuk produk makanan dan minuman, dan 216 produk alas kaki. Kita sedang melakukan pengecekan lagi soal data IT, kata Dyah. Nilai impor terbesar, kata dia, berasal dari produk elektronik khususnya ponsel senilai 2,4 miliar dolar AS. Kemudian, produk makanan dan minuman senilai 140 juta dolar AS, mainan anak senilai 46 juta dolar AS, dan alas kaki senilai 63 juta dolar AS.
Sumber-sumber impor sebagian besar dari China. Diantaranya produk elektronik China makan porsi (seluruh impor di Indonesia) 34 %, pakaian jadi dari China 24%, mainan anak dari China hingga 70%, dan alas kaki dari China hingga 50%, jelasnya.
Dia menambahkan, untuk produk elektronik posisi impor selanjutnya diikuti Hongkong dan India, produk pakaian jadi posisi setelah China ditempati Spanyol dan Inggris. Selain China, mainan anak juga diimpor dari Hongkong dan untuk makanan dan minuman didominasi dari Malaysia kemudian Thailand, dan China. Sedangkan impor produk alas kaki setelah China didominasi Vietnam dan Spanyol.
( Kartika Runiasari / CN14 )