
Jakarta, CyberNews. Indonesia disebut sebagai negara makin korup di Asia Pasifik, menurut Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bidang Penindakan Bibit Samad Royanto, membuktikan bahwa kekuatan koruptor masih besar.
"Secara statistik saya tidak tahu tetapi dari gelagat nampaknya bisa dipahami karena kekuatan koruptor itu msh besar," ujarnya kepada Suara Merdeka menanggapi hasil survey perusahaan konsultan "Political & Economic Risk Consultancy" (PERC) yang berbasis di Hong Kong yang menempatkan Indonesia sebagai negara paling korup, Selasa (9/3).
Dia mengatakan, survey itu juga menunjukan masih kentalnya korupsi pada 3 komunitas. Yakni, komunitas politik dan komunitas ekonomi. "Dan yang terakhir komunitas hukum masih kental dengan korupi," tegasnya.
Sementara, Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan M Jasin menambahkan, mengenai hasil Survey PERC bagaimanapun harus diterima. Kewajiban pemerintah dan seluruh instansi baik pusat maupun daerah harus bebenah diri.
Survey itu harus memacu untuk meningkatkan kualitas layanan publik, khususnya di bidang perizinan dan segera membuat program pencegahan dan penghilangan korupsi di masing-masing instansi. "KPK akan mendorong pelaksanaan perbaikan tersebut melalui program reformasi birokrasi dan program pelaksanaan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik," ujarnya.
( Mahendra Bungalan / CN13 )