
Salatiga, Cybernews. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Salatiga berunjuk rasa di bundaran air mancur Kaloka di pusat kota Slaatiga. Dalam orasinya, mahasiswa menuntut Boediono dan Sri Mulyani mundur dari jabatannya.
Mereka menilai kedua pejabat itu bertanggung jawab dalam pengucuran dana bail-out Bank Century yang menurut hasil pemeriksaan Pansus hak Angket Century dan disahkan oleh Rapat Paripurna, dianggap tidak tepat. "Boediono dan Sri Mulyani harus bertanggung jawab dan mengundurkan diri," ujar koordinator aksi, Wahyu Budi Utomo, Senin (8/3).
Dalam orasinya, Wahyu juga menyinggung pidato presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait hasil rapat paripurna membingungkan. Presiden dinilai tidak tegas menyikapi persoalan yang sudah secara jelas dipaparkan dalam rapat paripurna dan laporan Pansus.
Unjuk rasa ini juga merupakan bentuk solidaritas HMI cabang Salatiga terhadap insiden pengrusakan markas HMI cabang Makassar oleh aparat kepolisian. Wahyu menuntut Kapolri menuminta maaf atas nama institusi kepada kader HMI di seluruh Indonesia. Dia juga menuntut Kapolda Sulawesi Selatan dicopot dari jabatannya.
Aksi yang unjuk rasa di Salatiga ini berlangsung damai, dengan pengawalan ketat dari Polres Salatiga. Puluhan anggota Dalmas Polres Salatiga juga terlihat berjaga di depan Mapolres Salatiga untuk mengantisipasi demonstrasi.
( Farodlilah , Elshinta / CN12 )